Ilustrasi ujaran kebencian, Ilustrasi: Kriminologi.id

Ajak Anak Bikin Video Membenci NKRI, Pegawai Freeport Ditahan

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 10:15:54 WIB

Kriminologi.id - Seorang karyawan PT Freeport Indonesia berinisial AY nekat mengajak anaknya melakukan ujaran kebencian dalam video yang diunggahnya ke media sosial Facebook. AY ditahan aparat Polres Mimika karena membuat dan menyebarkan video berisi ujaran kebencian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto, mengatakan AY ditangkap di rumahnya yang terletak di Kompleks Perumahan Bumi Kamoro Indah Timika pada Kamis, 23 Agustus 2018. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya 3 unit telepon genggam, 3 unit laptop, dan 1 unit mobil Toyota Rush.

“Yang bersangkutan kami kenakan Pasal 45 a ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), karena dengan sengaja tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan,” kata Agung Marlianto di Timika, Papua, Selasa, 28 Agustus 2018. 

Agung menyayangkan beredarnya informasi di masyarakat setempat yang menyatakan bahwa polisi menahan putra AY yang masih berusia anak-anak. Menurutnya, informasi itu tidak benar karena anak AY telah dipulangkan kepada ibunya. 

“Kami perlu luruskan bahwa yang kami tangkap itu bapaknya. Dia (AY) yang mengendalikan anaknya untuk melakukan perbuatan yang kurang tepat. Pelaku sekarang sudah kami tahan di Polres Mimika. Sedangkan putranya telah kami kembalikan ke ibunya. Dia (anak AY) hanya sebagai saksi,” kata Agung.

Agung mengingatkan kepada semua pihak di Mimika agar tidak terprovokasi dengan informasi yang tidak benar tersebut, karena bisa berpotensi menimbulkan situasi kurang kondusif. Agung meminta masyarakat untuk menyerahkan kasus ini kepada penegak hukum. 

“Kami juga menghormati hak-hak yang bersangkutan dalam menghadapi proses hukum kasusnya,” katanya.

Dalam pemeriksaannya, Agung mengatakan, tersangka AY mengakui perbuatannya telah membuat dan menyebarkan video yang berisi ujaran kebencian terhadap NKRI.

AY menjadikan putranya yang masih kecil sebagai aktor utama dalam video tersebut untuk menyampaikan pernyataan yang menentang keberadaan NKRI di Papua.

Video berdurasi beberapa menit tersebut selanjutnya diunggah ke media sosial Facebook dan telah ditonton oleh banyak orang.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500