Front Pembela Islam alias FPI. Foto: Ist/Kriminologi.id

FPI Serahkan Penghina Ustaz Abdul Somad ke Polisi

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 21:00:48 WIB

Kriminologi.id - Netizen bernama Jony Boyok diamankan Front Pembela Islam (FPI). Ia diserahkan FPI ke polisi karena menyebar ujaran kebencian denga cara menghina ustaz Abdul Somad melalui laman Facebook miliknya. 

Siang tadi sekitar pukul 15.45 WIB, Jony diamankan oleh puluhan anggota FPI saat berada di rumahnya yang beralamat di Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. 

"Langsung kami bawa ke markas FPI. Tabayyun semuanya. Dia mengakui kesalahannya dan siap diantar ke Polda Riau dengan konsekuensi yang dia lakukan," kata Wakil Kepala FPI Pekanbaru Said Heriyandi, Rabu, 5 September 2018.

Said menjelaskan, Jony yang biasa disapa JB itu berhasil dilacak anggota FPI melalui akun Facebook yang ia gunakan. Dalam unggahannya pada 2 September 2018 lalu, JB menyebut Ustaz Abdul Somad dengan kalimat yang sangat provokatif.

JB juga menyebut ustaz kondang dan dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru itu sebagai sosok yang jahat, dengan dilengkapi foto ustaz Abdul Somad yang telah diedit sedemikian rupa hingga mendapat reaksi keras dari masyarakat.

Namun, kata Said, setelah diserahkan kepada polisi, unggahan JB yang dipersoalkan itu telah dihapus.

Said menjelaskan, ketika dimintai keterangan di markas FPI, JB mengakui bahwa dirinya yang mengunggah postingan kontroversial tersebut. Bahkan dia mengaku bersalah atas unggahannya itu.

"Dia mengakui semua kesalahannya. Ngaku khilaf. Diakui semua kesalahannya," ujar Said.

Said menjelaskan, sebelum diamankan, FPI dan warga sudah berupaya mengingatkan JB agar menghapus unggahan tersebut melalui aplikasi pesan Facebook dan komentar.

Namun, peringatan itu justru dibalas ketus oleh JB. "Sudah sering kita ingatkan, tapi dia bilang 'mau apa kalian'," ujarnya lagi.

Menurut Said, FPI sebagai bagian umat muslim yang tak terima karena ada ulama dihina memutuskan untuk mengambil tindakan dengan menyerahkan JB ke polisi.

"Kita berharap agar diproses hukum," ujar Said.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500