Ilustrasi Hacker. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Peretas Situs KPU Jabar Belajar Autodidak dari Film 'Hacking'

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 20:31:23 WIB

Kriminologi.id - Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri berhasil mengamankan satu tersangka peretas situs KPU di Jawa Barat. Tidak disangka, tersangka peretas merupakan bocah SMA berinisial DW yang berusia 16 tahun asal Bandung, Jawa Barat.

DW ditangkap di rumahnya yang berada di kawasan Bandung, Jawa Barat pada 11 Juli 2018. Ia ditangkap karena mengubah tampilan situs KPU Jawa Barat dengan url http://ppid.kpu.go.id/?idkpu=3200 

"Ini website untuk informasi kegiatan KPU Provinsi Jawa Barat serta menyediakan formulir untuk masyarakat luas sebagai sarana melaporkan adanya kejadian pelanggaran terkait Pemilu di Wilayah Jawa Barat," kata Kepala Subdirektorat 1 Dirtipid Siber Kombes Dany Kustoni di Gedung Siber Bareskrim, Cideng, Jakarta Pusat, Selasa, 31 Juli 2018.

Penangkapan itu bermula ketika DW meretas dan mengubah tampilan situs KPU Jawa Barat beberapa minggu lalu. KPU kemudian melaporkan peristiwa pembajakan situs kepada Bareskrim Mabes Polri pada 5 Juli 2018.

Polisi pun meringkus DW di rumahnya tanpa perlawanan. Saat ditangkap, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa tampilan layar hasil retas DW dan satu unit ponsel sim card.

Dany mengatakan, tidak ada alasan khusus bagi DW untuk meretas situs tersebut. Aksinya dilakukan hanya berdasarkan iseng semata.

DW mengaku kepada polisi jika perbuatanya tersebut terinspirasi dari film tentang meretas komputer yang sering ditonton. Dia juga mengaku mempelajari teknik meretas secara autodidak.

"Itu dia, DW termotivasi karena sering menonton film bertemakan hacking," kata Dany.

Selama melakukan aksinya, DW tercatat sudah melakukan 100 defacing atau mengubah tampilan pada situs pemerintah serta swasta, baik dalam negeri maupun luar.

Namun untuk peretasan situs KPU ini, Dany mengaku tidak ada data penting yang hilang.

"Tidak ada kerugian dari sisi data KPU karena tidak ada yang berubah dan hanya tampilan layar utama yang berubah," ujarnya.

Polisi menjerat tersangka DW menggunakan Pasal 46, Pasal 30, Pasal 32, Pasal 49, Pasal 48 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik dan/atau Pasal 50 jo Pasal 22 UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 10 miliar.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500