Polda Jabar ungkap kasus pencabulan anak di bawah umur, Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Polisi Telusuri Motif Penyebaran Video Mesum Pencabulan Siswi SMP

Estimasi Baca:
Sabtu, 11 Ags 2018 13:10:49 WIB

Kriminologi.id - Farid yang melakukan pencabulan terhadap siswi SMP inisial GSP (13) juga merekam tindakan tak terpujinya itu. Rekaman adegan pencabulan itu kemudian disebarkan ke orang lain.

Polisi kini tengah mendalami motif penyebaran video adegan pencabulan itu. Muncul dugaan, Farid menyebar video itu untuk kepentingan komersil.

"Motif secara ekonomi dalam menyebarkan video masih didalami," kata Direskrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fana, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Menurut Umar, proses scientific investigation tengah dijalankan penyidik untuk menelusuri peredaran video tersebut. 

Untuk menelusuri dugaan motif ekonomi di balik penyebaran video mesum itu, penyidik juga memeriksa riwayat komunikasi Farid dengan beberapa orang.

Ada komunikasi Farid dengan seseorang terkait beredarnya video itu.

Namun Umar belum bisa memastikan apakah komunikasi tersebut terkait pemesanan video oleh seseorang itu kepada Farid.

"Secara ITE masih didalami pengembangannya. Kami mendalami ada komunikasi dengan seseorang yang mesen video," terang Umar.

Umar mengatakan, saat ini polisi masih fokus pada kasus utama yang menjerat Farid yaitu pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mendalami kasus ini yaitu korban, orang tua korban, dan guru korban yang pertama kali mengetahui peredaran video mesum adegan pencabulan korban.

"Saat ini kasus utamanya pencabulan. Untuk kasus yang di luar pencabulan kita dalami," ujar Umar.
 
Farid kini telah ditahan di Mapolda Jawa Barat. Polisi terus mendalami berbagai pengakuannya. Ia terancam dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara selama delapan tahun. 

Terkait penyebaran video adegan pencabulan itu, Farid juga terancam dengan UU ITE dengan ancaman penjara selama enam tahun.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500