Polri: Tiap Hari Ada 10 Konten Hoaks, Jangan Disebarkan!

Estimasi Baca :

Ilustrasi berita hoaks. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi berita hoaks. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Kepolisian RI mengingatkan masyarakat Indonesia yang aktif di media sosial untuk tidak ikut menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian. Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian dalam bentuk apapun pasti bisa dilacak oleh kepolisian.

Hari hasil patroli siber Bareskrim Polri menemukan sebanyak 10 akun yang terindikasi menyebarkan konten ujaran kebencian, dan isu SARA, dan berita hoaks dalam setiap harinya. Sejak Januari 2018 hingga Maret 2018, total terdapat sebanyak 642 kasus.

"Saya minta lebih bijak karena penyebar ujaran kebencian dan berita hoaks nanti pasti akan terlacak oleh polisi," ujar Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto di Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Baca: Polisi Rahasiakan Identitas Seorang Anggota MCA Incarannya

Patroli siber Bareskrim Polri mengungkap grup The Family MCA yang aktif menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Munculnya MCA ini tak lama setelah sindikat Saracen dibekuk beberapa waktu lalu.

Dua grup ini diduga menjadi dalang penyebaran hoaks penganiayaan ulama oleh PKI. Tujuannya tak lain untuk menjegal Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Polisi masih mencari aktor intelektual MCA, termasuk donaturnya.

Di sisi lain, Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri terus gencar melakukan patroli di dunia maya. Pelacakan ditujukan kepada kelompok-kelompok penyebar berita hoaks selain kelompok MCA.

"Kami terus melacak apakah ada kelompok kelompok lain di luar kelompok MCA ini," ujar Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono di Jakarta.

Baca: Polisi: Jejak Digital The Family MCA Tak Hilang, Bisa Dilacak

Pudjo menambahkan, patroli terhadap kelompok selain MCA itu dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Meski demikian, diakui Pudjo, kondisi media sosial sudah mulai kondusif setelah MCA terungkap.

"Ya saat ini sudah mulai stabil ya, setelah isu-isu hoaks oleh MCA, seperti ulama diculik, ulama dianiaya, kini sudah mulai stabil," ujarnya.

Sementara saat dimintai keterangan terkait berapa penghasilan yang diperoleh MCA dalam menyebarkan hoaks sesuai pesanan, Pudjo juga mengatakan hal itu masih dilakukan pendalaman penyelidikan.

"Nah ini, untuk pendapatan kita tentu saja, tadi kita ngomong masalah transaksi kan kita harus mendapatkan bukti dari mana uangnya dan lain lain. Untuk bagaimana proses penggerakkannya ini kita masih menunggu ya," ujarnya. MG

Baca Selengkapnya

Home Hard News Cyber Crime Polri: Tiap Hari Ada 10 Konten Hoaks, Jangan Disebarkan!

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu