1000 Anak Gaza Luka Serius dan Permanen Sejak Demo 30 Maret

Estimasi Baca :

 Tabung gas airmata ditembakkan pasukan Israel ke arah demonstran Palestina ketika terjadi bentrokan dalam aksi protes menuntut hak kembali ke tanah air mereka, di perbatasan Israel-Gaza di selatan Jalur Gaza, Jumat, 27 April 2018, Foto: Antaranews.com - Kriminologi.id
Tabung gas airmata ditembakkan pasukan Israel ke arah demonstran Palestina ketika terjadi bentrokan dalam aksi protes menuntut hak kembali ke tanah air mereka, di perbatasan Israel-Gaza di selatan Jalur Gaza, Jumat, 27 April 2018, Foto: Antaranews.com

Kriminologi.id - Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi anak-anak (UNICEF) mencatat lebih dari 1000 anak yang mengikuti aksi “Great March of Return” sejak 30 Maret mengalami luka serius dan permanen.

UNICEF dalam sebuah pernyataan tertulis menyatakan, sebagian besar dari mereka mengalami cedera serius dan berpotensi mengubah kehidupan, termasuk amputasi.

Dalam keterangan itu juga menyebutkan UNICEF dan mitranya telah mengirimkan dua truk berisi pasokan medis untuk memenuhi kebutuhan 70 ribu orang di Jalur Gaza.

Kekerasan Israel di wilayah itu akhir-akhir ini telah membuat sistem kesehatan semakin buruk akibat kurangnya bahan bakar, listrik dan peralatan medis, menjadi lebih buruk.

Sebelumnya, Juru bicara Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Rupert Colville mengatakan bahwa 14 anak Palestina tewas dalam aksi Great March of Return di perbatasan Gaza sejak 30 Maret.

Sedikitnya 62 warga Palestina tewas dan lebih dari 3.000 lainnya luka-luka di Gaza pada Senin setelah pasukan Israel menembaki para demonstran yang memperingati 70 tahun Nakba (malapetaka) dan memprotes peresmian Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

Baca Selengkapnya

Home Hard News Kamneg & HAM 1000 Anak Gaza Luka Serius dan Permanen Sejak Demo 30 Maret

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu