Ilustrasi hukuman mati. Ilustrasi: Kriminologi.id

12 Agustus 1952, Tiga Belas Intelijen Yahudi Tewas di Penjara Moskow

Estimasi Baca:
Minggu, 12 Ags 2018 20:05:02 WIB

Kriminologi.id - Eksekusi terhadap 13 orang agen intelijen Yahudi di Penjara Lubyanka, Moskow, Rusia dilakukan pada 12 Agustus 1952. Mereka dituduh berusaha menggulingkan dan melemahkan pemerintah Uni Soviet.

Pemerintah saat itu gencar melakukan penangkapan terhadap orang-orang Yahudi yang diduga menjadi mata-mata dan membocorkan informasi kepada pihak lainnya pada September 1948 dan Juni 1949.

Setelah para tersangka ditangkap, mereka mendapatkan pemukulan, penyiksaan, dan diasingkan selama tiga tahun tanpa adanya tuntutan pengadilan secara formal.

Ancaman serangan terhadap Uni Soviet oleh Nazi Jerman memunculkan Jewish Anti-Fascist Committee (JAC). Sebelumnya, kebudayaan Yahudi telah hancur seiring dengan peristiwa Holocaust.

Komite ini memiliki tugas untuk mengubah prioritas dan mengutamakan pembangunan kembali komunitas, budaya, dan identitas Yahudi di antara masyarakat. Diantara 13 orang yang dieksekusi, terdapat lima orang anggota kelompok JAC yang juga ikut dieksekusi dan ditengarai sebagai mata-mata.

Setelah tiga tahun mengalami pengasingan, akhirnya mereka ditutuntut secara resmi di pengadilan termasuk kejahatan kontra-revolusioner dan tindakan terorganisir untuk menggulingkan juga melemahkan pemerintah Uni Soviet.

Selain itu, di dalam persidangan juga diungkapkan bahwa organisasi JAC telah digunakan sebagai sarana untuk memata-matai dan mengkampanyekan gerakan anti-pemerintahan. Selain lima orang anggota JAC, salah satu korban eksekusi yang dilakukan Rusia adalah seorang Jurnalis Amerika atas tuduhan spionasi. 

Peradilan terhadap ketiga belas tersangka mata-mata dimulai sejak tanggal 8 Mei 1952 dan putusan hukuman dijatuhkan pada 18 Juli 1952. Akan tetapi ada beberapa keanehan dalam persidangan tersebut, seperti tidak adanya jaksa pembela dan hanya tiga hakim militer yang hadir dalam persidangan tersebut.

Selain itu, keterangan para saksi dianggap melebih-lebihkan, tidak memadai, dan tidak lengkap. Hal ini kemudian diakui oleh para saksi dikemudian hari bahwa informasi yang mereka berikan terkait kegiatan spionasi dan pengkhianatan tidak lengkap dan cenderung memberatkan para terdakwa.

Dalam persidangan tersebut, sebagian terdakwa mengakui bahwa mereka bersalah dan sebagian lagi tetap bertahan untuk tidak mengakui bahwa mereka bersalah. Hasil persidangan akhirnya memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati dan seluruh harta terdakwa disita. 

Eksekusi terhadap seluruh terdakwa dilakukan di ruang bawah tanah Penjara Lubyanka, Moskow, Rusia. Setelah eksekusi dilakukan, pemerintah Rusia tidak mengumumkan hasilnya kepada publik baik secara langsung maupun melalui media pemberitaan.

Keluarga para terdakwa dituduh menjadi kerabat para pengkhianat negara. Hingga akhirnya seluruh keluarga para terdakwa diasingkan pada Desember 1952 dan tidak ada yang mengetahui hal tersebut hingga akhirnya kasus tersebut dibuka kembali pada November 1955.

Setelah peristiwa penangkapan dan eksekusi terhadap lima orang anggota JAC menyebabkan organisasi tersebut menjadi incaran pemerintah.

Sehingga para anggota JAC yang selamat pada tahun 1970an melakukan migrasi ke Israel dan peristiwa eksekusi 13 orang Yahudi diperingati sebagai The Night of Murdered Poets. Selain itu, sebuah bangunan untuk mengenang peristiwa tersebut didirikan di Jerusalem pada tahun 1977. AS

KOMENTAR
500/500