Ilustrasi Pembantaian. Foto: Pixabay.com

14 September 1940, Pembersihan Etnis Transylvania Tewaskan 477 Orang

Estimasi Baca:
Jumat, 14 Sep 2018 16:05:35 WIB

Kriminologi.id - Pembantaian di beberapa daerah yang dulunya termasuk dalam wilayah Transylvania dan Crisana pada 14 September 1940 telah menewaskan 477 orang. Pembantaian dimulai sejak pukul 03.00 dini hari waktu setempat hingga pukul 23.00 waktu setempat. Transylvania dan Crisana saat ini berada di bawah pemerintahan Romania.

Pelaku pembantaian ini adalah tentara Hungaria yang diduga dibantu oleh masyarakat setempat yang bukan berasal dari etnis Romania. Peristiwa ini bermula saat dua orang tentara Hungaria tewas di daerah tersebut akibat sebuah ledakan. Isu yang berkembang menyebutkan bahwa keduanya dibunuh oleh orang-orang Romania.

Setelah diselenggarakannya perjanjian di Wina pada 30 Agustus 1940 antara Jerman dengan Italia maka wilayah Transylvania barat laut menjadi bagian dari Hungaria. Pada 7 September 1940, Angkatan Darat Hungaria datang ke daerah Ipp dan mereka sempat berhenti sejenak. Namun saat hendak pergi mereka menemukan banyak sekali granat yang diletakkan dalam sebuah gerobak dorong. Granat tersebut meledak dan menewaskan dua orang tentara Hungaria.

Setelah itu, pada tanggal 8 September 1940 datang pasukan Angkatan Darat Hungaria gelombang kedua di kota Zalau. Saat kedatangan mereka itulah desas-desus yang berkembang atas tewasnya kedua anggota tentara Hungaria telah tersebar begitu luas.

Pada 13 September 1940, Komandan Militer distrik Szilagysomlyo menginformasikan bahwa di beberapa desa dekat distrik tersebut kelompok-kelompok Romania bersenjata juga melakukan penjarahan terhadap barang-barang masyarakat setempat. Menurut laporan, jumlah mereka kira-kira 80 sampai 100 orang.

Menanggapi laporan tersebut, satu kelompok pasukan yang berada di Zalau diperintahkan untuk menyelidiki hal tersebut. Saat itulah kemudian mereka mendengar kabar bahwa terdapat dua anggota tentara yang tewas karena ledakan granat. Sehingga mereka segera melakukan penyerbuan pada dini hari.

Tentara Hungaria memasuki rumah satu persatu dan memastikan bahwa mereka adalah orang Romania. Jika penghuni rumah tersebut adalah etnis Romania maka mereka akan menembaki seluruh penghuni rumah hingga tewas.

Wilayah Transylvania memang memiliki beberapa ethnis yang tinggal di daerah tersebut seperti etnis Slovak, Hungaria, Jerman, Romania, dan penduduk asli daerah tersebut. Inilah yang juga mendukung pembantaian di daerah Transylvania karena beragamnya etnis sehingga mudah terpecah.

Penulis: Orisa Shinta Haryani
Redaktur: Nula
KOMENTAR
500/500