Pesawat tempur angkatan udara (28/08/2018). Foto: Antaranews

28 Agustus 1988, Tabrakan Jet Tempur Saat Atraksi Tewaskan 67 Penonton

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 10:20:40 WIB

Kriminologi.id - 28 Agustus 1988, kecelakaan tragis terjadi saat pertunjukan jet tempur yang digelar di Pangkalan Udara Ramstein milik Amerika Serikat, di Jerman. Dua jet tempur yang beratraksi di udara bertabrakan saat melakukan manuver. Akibatnya 67 penonton tewas karena terkena pecahan kapal. Dua pilot pesawat tempur itu pun tewas seketika.

Tabrakan jet tempur itu pun menimpa pesawat helikopter yang standby di taxiway. Pilot helikopter tewas sehingga total 70 korban dalam tragedi tabrakan udara itu, sementara 346 lainnya mengalami luka serius. 

Dilansir dari Wired, kecelakaan bermula ketika tim penerbangan militer dari Italia, Frecce Tricolori, menerbangkan jet Aermacchi MB-339. Tim yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ivo Nutallari kemudian bermanuver crossover. Manuver ini terkenal berbahaya dan rumit karena terbang sangat dekat antara pesawat satu dan lainnya.

Dalam pertunjukannya, manuver udara ini dilakukan oleh dua kelompok pesawat. Tujuannya, yakni membentuk hati berukuran besar di udara untuk memukau penonton. 

Pesawat jet terbang melalui ujung bawah hati di ketinggian hanya 135 kaki di atas kerumunan penonton. Aksi manuver ini tampil tanpa cela hingga membuat penonton berdecak kagum. Namun di akhir pertunjukan, pesawat yang dikemudikan Letnan Kolonel Ivo Nutarelli datang terlalu rendah dan cepat di ujung manuver. Pilot pesawat terdekat yakni Letnan Kolonel Mario Naldini tidak mampu mengimbangi kesalahan Nutarelli.

Hidung pesawat Nutarelli menabrak ekor Naldini sekitar 300 mil per jam yang menyebabkan pesawat Nutarelli hancur. Pesawat Naldini yang ketika itu di luar kendali, memotong jet ketiga dalam formasi yang dikemudikan oleh Kapten Giorgio Alessio.

Dorongan keras itu membuat pesawat hilang kendali dan menabrak helikopter Black Hawk med-evac di taxiway dekat landasan pacu hingga menewaskan pilot copter.

Bola api pecahan peluru dan bahan bakar jet dari pesawat Nutarelli dan Naldini meledak yang jaraknya hanya beberapa ratus kaki di bawah kerumunan ribuan penonton. Nutarelli dan Naldini meninggal karena tabrakan.

Pecahan kapal dan minyak panas akibat benturan keras di udara itu menghujani penonton. Pilot pesawat ketiga, Kapten Alessio, berhasil keluar dari pesawatnya, namun akhirnya tewas ketika parasutnya tidak terbuka. 

Sementara itu, 31 orang penonton meninggal di tempat kejadian dan 36 lainnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan beberapa minggu kemudian karena luka-luka yang dialaminya.

Sebagian besar karena trauma luka bakar yang parah. Kemudian hampir 500 orang harus menerima perawatan medis. Banyaknya korban jiwa dalam tragedi kecelakaan pesawat jet ini karena terlambatnya pertolongan untuk korban.

Pihak Amerika Serikat sempat tidak mengizinkan ambulans Jerman untuk masuk ke Pangkalan Militer Udara Amerika Serikat. Selain itu, satu-satunya helikopter yang ada di lokasi kejadian telah hancur dalam kecelakaan itu. Komandan Amerika Serikat Pangkalan Udara Ramstein, Jerman, Jenderal Lawrence Boese, dalam pernyataannya meminta maaf atas tragisnya insiden kecelakaan ini. 

Adapun Jerman selaku pihak penyelenggara diganjar hukuman dilarang mengadakan pertunjukkan udara selama 3 tahun. Mereka juga mengevaluasi keamanan serta tata laksana pertunjukkan serupa antara lain pesawat harus terbang dan bermanuver jauh dari kerumunan penontonnya. 

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500