Ilustrasi bom. Ilustrasi: Freepik

3 September 2010, Bom Remaja Sunni Tewaskan 50 Warga Syiah Pakistan

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 06:00:51 WIB

Kriminologi.id - Bom bunuh diri terjadi saat Organisasi Mahasiswa Syiah Imami atau Shia Imami Students Organization melakukan unjuk rasa membela Palestina pada 3 September 2010 di Quetta, Pakistan.

Unjuk rasa tersebut dihadiri sekitar 2500 orang muslim Syiah. Begitu banyaknya peserta unjuk rasa karena bertepatan dengan perayaan Quds Day. Setiap hari Jumat terakhir di bulan Ramadan, umat muslim Syiah di Pakistan akan berkumpul dan menyuarakan masalah-masalah yang tengah dihadapi termasuk dukungan untuk Palestina.

Bom yang meledak pada pukul 15.05 waktu setempat menyebabkan setidaknya ada 50 orang tewas dan 80 orang luka-luka. Hal ini seperti yang dilansir dari bbc.com.

Pelaku bom bunuh diri itu adalah pemuda berusia 22 tahun yang bernama Rashid Moaawia. Rashid membawa bom seberat 15 kilogram yang diletakkan di ikat pinggangnya. Rashid ikut dalam unjuk rasa tersebut dan berada di tengah-tengah seluruh partisipan, yang kemudian meledakkan diri.

Rashid diketahui sebagai salah satu anggota kelompok militan muslim Sunni bernama Lashkar-e-Jhangvi atau yang kerap disebut sebagai L-e-J. Setelah ledakan terjadi, kelompok ini juga mengumumkan merekalah yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Kelompok militan muslim Sunni ini didirikan pada 1996 dan target dari tindakan-tindakannya adalah kelompok Syiah yang menjadi kelompok minoritas di Pakistan. Kelompok ini hendak mematikan aliran Syiah di Pakistan, sehingga salah satu cara yang mereka tempuh adalah dengan membunuh sebanyak mungkin kelompok Syiah.

Penyerangan kelompok Syiah pada saat itu memang sedang marak. Beberapa hari sebelumnya juga terjadi ledakan bom di Lahore, Pakistan yang menewaskan puluhan muslim Syiah.

Pemimpin kelompok Syiah di Pakistan, Allama Abbas Kumaili mengimba anggotanya tenang dan jangan mudah terpancing provokasi.

“Kami memahami bahwa peristiwa-peristiwa ini adalah upaya untuk memecah belah kelompok muslim Syiah dan kelompok muslim Sunni,” ujarnya di salah satu saluran televisi Pakistan.

Allama Abbas melakukan imbauan tersebut untuk meredam amarah masyarakat setelah terjadinya ledakan tersebut. Beberapa toko dibakar para demonstran yang selamat dari ledakan tersebut.

Hingga keesokan harinya, toko-toko dan sekolah di wilayah Quetta, Pakistan tetap tutup. Selain itu polisi dan militer berjaga di seluruh masjid yang tersebar di wilayah Pakistan.

Keadaaan mencekam ini terjadi sampai dengan pemakaman massal yang dilakukan untuk para korban bom tersebut. Ribuan orang turut menghadiri pemakaman massal tersebut.

KOMENTAR
500/500