Ilustrasi TKI atau Tenaga Kerja Indonesia. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

48 TKI Ilegal Asal Madura Tewas di Malaysia dan Arab Saudi

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 05:35:31 WIB

Kriminologi.id - Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia atau P4TKI Pamekasan mencatat selama Januari sampai Agustus 2018, ada sebanyak 48 jenazah Tenaga Kerja Indonesia alias TKI asal Madura yang dipulangkan ke kampung halamannya.

Dengan rincian asal Kabupaten Bangkalan sembilan orang, Sampang 23 orang. Sementara Pamekasan dan Sumenep masing-masing delapan orang.  

Koordinator P4TKI Pamekasan Donny Eydo mengungkapkan, mereka bekerja di Malaysia dan di Arab Saudi. Adapun penyebab meninggalnya karena kecelakaan kerja dan ada juga karena sakit. 

“Status TKI-nya ilegal. Jadi dia bekerja saya juga kurang tahu melalui jalur mana,” ucapnya, Kamis, 9 Agustus 2018.

Donny mengatakan, pihaknya terus berupaya dengan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat yang ingin menjadi PMI agar melalui jalur yang resmi atau prosedural.

Mengingat, selain gratis mereka juga akan mendapatkan pelatihan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan selama kurang lebih dua bulan serta mendapatkan asuransi. Sedangkan bagi calon TKI yang ingin mencari tahu Pelaksana Penempatan TKI Swasta resmi bisa datang langsung ke P4TKI Pamekasan. Di samping itu, P4TKI juga memberdayakan mereka yang sudah tidak bekerja lagi di luar negeri.   

Pada Kamis, 2 Agustus 2018, sebanyak 54 warga negara Indonesia atau WNI diusir paksa pemerintah Malaysia karena melanggar aturan. Pelanggar aturan itu mulai dari TKI Ilegal hingga kasus narkoba. 

Dengan rincian, 30 orang merupakan Tenaga Kerja Indonesia atau TKI ilegal, 11 orang terjerat kasus narkoba, 11 orang telah habis masa tinggal dan dua orang lainnya terlibat kasus kriminal. 

Sebanyak 54 WNI yang dipulangkan tersebut terdiri 38 laki-laki dewasa, 14 perempuan dewasa, satu anak laki-laki dan satu anak perempuan.

Pengusiran puluhan WNI yang bekerja di Negeri Sabah ini berdasarkan berita acara serah terima dari Konsulat RI Tawau Nomor 734/Kons/VIII/2018 tertanggal 2 Agustus 2018.

WNI yang diusir tersebut tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan sekitar pukul 17.10 Wita menggunakan kapal angkutan resmi Nunukan Ekspres dari Pelabuhan Tawau Negeri Sabah.

Sebelum diserahkan kepada BP3TKI Nunukan, WNI tersebut terlebih dahulu didata petugas imigrasi, kepolisian dan TNI AD.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500