Ilustrasi teroris. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Al Qaeda Serang Pos Pemeriksaan, Lima Tentara Tewas

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 19:30:08 WIB

Kriminologi.id - Sedikitnya lima tentara tewas dan dua lainnya terluka dalam sebuah serangan yang diduga dilakukan oleh Al-Qaeda di pos pemeriksaan selatan Yaman. Para penyerang merebut senjata tentara yang terbunuh sebelum melarikan diri.

Sumber lokal mengatakan penyerangan itu terjadi di pos pemeriksaan keamanan di provinsi Abyan.

"Lima tentara tewas -dan dua lainnya terluka - di Direktorat Ahwar Abyan Selasa malam," kata Ahmed al-Medahdah, seorang pejabat kesehatan setempat, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 29 Agustus 2018.

Para penyerang telah menargetkan pos pemeriksaan yang berafiliasi dengan Brigade Al-Hizam, sebuah kekuatan militer yang didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA).

Menurut sumber anonim tersebut, para penyerang merebut senjata tentara yang terbunuh sebelum melarikan diri dari tempat kejadian. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Brigade Al-Hizam didirikan oleh UEA pada pertengahan 2015, kelompok itu dikerahkan di kota pesisir Aden dan di daerah yang berdekatan. Kelompok tersebut saat ini dipimpin oleh Hani Bin Brek.

Sebelumnya diberitakan para ahli di Perserikatan Bangsa-bangsa menyatakan sejumlah individu dalam pemerintahan Yaman serta pasukan koalisi kemungkinan melakukan kejahatan perang di Yaman. 

Pernyataan tersebut tertulis dalam laporan para ahli di Perserikatan Bangsa-bangsa di bawah mandat Dewan Hak Asasi Manusian (HAM) PBB, setebal 41 halaman.

Selain itu laporan tersebut juga menyebut Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, juga dimungkinkan kejahatan perang.

Konflik di Yaman berkecamuk sejak 2014. Konflik berawal dari pemberontak Syiah Houthi mengambil alih beberapa bagian negara.

Konflik tersebut kemudian meningkat setahun kemudian setelah Arab Saudi dan sekutu-sekutunya meluncurkan kampanye militer besar-besaran untuk mengambil alih kembali wilayah Houthi di Yaman. Arab Saudi menuduh kelompok pemberontak ini menjadi proksi untuk Iran.

Serangan udara dari pasukan koalisi telah menyebabkan "korban sipil terbanyak setelah menghantam area rumah tinggal, pasar-pasar, pemakaman, pernikahan, penjara-penjara, kapal-kapal sipil dan fasilitas-fasilitas medis."

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500