Ilustrasi racun buatan Rusia. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi ke Rusia Terkait Racun Skripal

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 12:05:29 WIB

Kriminologi.id - Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia setelah meyakini bahwa Moskow menggunakan racun saraf untuk menyerang bekas mata-mata Rusia beserta putrinya di Inggris.

Sergei Skripal, mantan kolonel pada dinas intelijen militer Rusia, GRU dan Yulia (33) putrinya ditemukan dalam keadaan tidak sadar di kota Salisbury, Inggris selatan, Maret 2018. 

Mereka terkapar setelah cairan mengandung zat saraf jenis Novichok melekat di pintu depan rumah mereka.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, dilansir Antara, Kamis, 9 Agustus 2018, mengatakan Deplu berkeyakinan bahwa Rusia "menggunakan senjata kimia atau hayati, yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, atau telah menggunakan senjata kimia atau biologis terhadap warga negaranya sendiri".

Rangkaian sanksi ini diperkirakan akan mulai berlaku sekitar 22 Agustus, menyusul periode notifikasi Kongres. 

Sanksi tersebut akan diterapkan pada barang-barang keamanan nasional yang sensitif, kata seorang pejabat tinggi Deplu AS kepada para wartawan dalam telekonferensi. Pejabat tersebut mengutip Undang-undang 1991 soal Penghapusan Senjata dan Peperangan Kimia dan Hayati.

Beberapa pengecualian akan diberikan pada kegiatan penerbangan luar angkasa serta sektor-sektor yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan penumpang komersial. Pengecualian itu akan diterapkan secara kasus per kasus, tambah pejabat itu.

Pejabat tersebut mengatakan gelombang kedua sanksi akan diterapkan setelah 90 hari, kecuali Rusia memberikan "jaminan yang bisa dipercaya" bahwa negara itu tidak akan lagi menggunakan senjata kimia dan Perserikatan Bangsa-bangsa diberi akses untuk melakukan penyelidikan di lapangan.

Terkait penggunaan racun syaraf tersebut pernah ditemukan di Suriah pada 2013. Selain itu ditemukan pula digunakan oleh Korea Utara setelah peristiwa pembunuhan saudara tiri pemimpin Korut Kim Jong-un di Kuala Lumpur, Malaysia pada 2017.

Sementara di Inggris, setidaknya dua orang lain dilarikan ke rumah sakit setelah menyentuh Novinchok di kota yang berada dekat dengan Salisbury. Charlie Rowley, 45 tahun, diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada bulan lalu, namun pasangannya, Dawn Sturgess, 44 tahun, meninggal dunia setelah tak sengaja menyentuh racun itu.

Rowley dan Sturgess harus dirawat setelah terpapar agen saraf mematikan tersebut pada 30 Juni. Polisi menemukan sebuah botol berisi zat tersebut di tempat kejadian. Sturgess tewas di rumah sakit. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500