Massa pro-kontra deklarasi ganti presiden di Surabaya. Foto: Twitter

Ancam Polda Riau, Erick Kecewa Deklarasi '#2019GantiPresiden' Dilarang

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 20:05:02 WIB

Kriminologi.id - Pemilik akun Facebook Erick Sumber Asri ditangkap polisi gara-gara unggahannya yang menulis ancaman akan meledakan kantor Polda Riau. Berdasarkan pemeriksaan sementara, motif pelaku ternyata dilatari kekecewaannya karena polisi melarang deklarasi  #2019GantiPresiden.

Dirsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo mengatakan saat ini penyidik tengah memeriksa Erick. Belum diketahui apakah yang bersangkutan merupakan anggota kaum radikalis atau tidak.

"Masih didalami oleh penyidik di Riau," kata Rahmad di Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2018.

Deklarasi gerakan #2019GantiPresiden mendapat penolakan di sejumlah daerah seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Riau. Polisi beralasan, gerakan ini bisa memicu bentrok antar masyarakat yang pro dan kontra, sehingga harus dibubarkan.

Kabareskrim Polri Irjen Pol Arief Soelistyanto mengimbau agar perbedaan pendapat tidak menjadi sumber perpecahan di masyarakat. Ia juga meminta agar postingan di media sosial dapat dijaga dan tidak berbau SARA.

Tim Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri berhasil menangkap Erick Sumber Asri di rumahnya, Minggu, 27 Agustus 2018. Sehari-hari, Erick merupakan pekerja restoran di Palangkaraya.

"Kemarin sore pada 27 Agustus tersangka ditangkap di Palangkaraya. Ini ancaman hukuman bisa 6 tahun, jadi ini tulisan yang diposting sangat provokatif dan mengancam," katanya.

Erick menebar ancaman tersebut melalui akun Faceooknya bernama Erik Sumber Asri pada Minggu 26 Agustus 2018. Dalam unggahannya, ia menulis demikian, "Tunggu saja markas polda riau AKAN KAMI ledakkan, polisi densus 88 pelindung rezim pki AKAN KAMI habisi'.

Menurut Albertus, penyidik Polda Kalimantan Tengah saat ini masih penyelidikan intensif terhadap pelaku. Bareskrim Polri juga mengirimkan bantuan untuk melakukan supervisi pengusutan kasus tersebut.

Kabareskrim Polri Irjen Pol Arief Soelistyanto mengimbau agar perbedaan pendapat tidak menjadi sumber perpecahan di masyarakat. Ia juga meminta agar postingan di media sosial dapat dijaga dan tidak berbau SARA.

"Anggota Subdit Siber saat ini sedang bergabung di sana. Ini tersangka ancaman cukup tinggi di atas 6 tahun dan bisa ditahan," kata Rahmad.

Reporter: Walda Marison
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500