Minimarket Alfamart Ambruk Diguncang Gempa di Lombok. Foto: Ist/Kriminologi.id

Bahan Pangan Langka, Kapolda NTB Akan Tindak Tegas Penimbun Logistik

Estimasi Baca:
Minggu, 12 Ags 2018 08:00:56 WIB

Kriminologi.id - Polda NTB mengingatkan kepada distributor bahan pangan dan logistik untuk tidak menimbun stok dan menaikkan harga seenaknya. Peringatan itu menyusul laporan kelangkaan dan naiknya bahan pangan serta kebutuhan logistik di Pulau Lombok setelah gempa 7.0 SR mengguncang kawasan itu.

"Kalau mereka berani macam-macam akan berhadapan dengan kita, apalagi dengan kondisi seperti ini," kata Irjen Pol Achmat Juri di Mataram, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Menurutnya Polda NTB melalui Satgas Pangan sudah melakukan pengecekan ke sejumlah distributor dan pedagang begitu beredar kabar terjadinya kelangkaan dan naiknya harga sejumlah barang.

Namun hasil pengecekan belum menemukan indikasi laporan yang merugikan warga itu.

"Hasilnya tetap normal dan masih lancar, karena bantuan juga terus datang dari mana-mana dan dari berbagai pihak. Terpal habis datang lagi dari daerah lain. Kalaupun ada kelangkaan itu hanya isu," ujar Juri.

Meski masih aman, Juri telah menugaskan Satgas Pangan Polda NTB untuk mengumpulkan dan memberikan imbauan kepada seluruh pelaku usaha agar menjaga stabilitas harga dan tidak memainkan harga seenaknya serta tidak melakukan penimbunan.

"Imbauan kita ini sudah kita sampaikan, semenjak bulan puasa dan sebelum Lebaran. Bahkan, imbauan ini masih berlaku sampai sekarang," tegas Juri.

Sebelumnya, masyarakat di Pulau Lombok mengeluhkan adanya kelangkaan, dan naiknya harga-harga barang kebutuhan logistik untuk disalurkan kepada korban gempa pascagempa bumi 7 SR yang melanda daerah itu.

Pemerintah Provinsi NTB sendiri sudah meminta kepada para distributor dan pengecer sembako di kota Mataram agar berempati kepada korban gempa dengan tidak menaikkan harga seenaknya.

"Kita minta tidak memanfaatkan kesempatan untuk menaikkan harga barang-barang yang dibutuhkan," kata Sekda NTB H Rosiady Sayuti.

Ia juga berharap harga-harga kebutuhan pokok yang dibutuhkan pengungsi seperti sembako, tenda, plastik, terpal dan air minum kemasan jangan sampai melambung tinggi.

"Kepada para pengecer agar tak menaikkan harga sembako yang sangat dibutuhkan warga yang kena dampak gempa," ujarnya.

Sayuti mengaku Pemprov NTB akan berkoordinasi dengan asosiasi atau distributor sembako yang ada di Kota Mataram dan sekitarnya, supaya tidak ada pedagang yang memanfaatkan kesempatan ini.

Selain itu, Pemprov akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polda NTB untuk mengantisipasi naiknya harga sembako. Di samping untuk memastikan ketersediaan pangan di seluruh NTB.

"Kami segera akan berkoordinasi dengan Dansatgas pak Danrem, pak Kapolda untuk antisipasi hal-hal seperti itu," ucapnya.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500