Banjir bandang landa Nagari Muaro Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (6/9/2018) malam, Foto: Antaranews.com

Banjir Bandang Terjang Sumbar Tewaskan Satu Orang, 6 Unit Mobil Hanyut

Estimasi Baca:
Jumat, 7 Sep 2018 13:05:48 WIB

Kriminologi.id - Banjir bandang melanda Nagari Muaro Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis, 6 September 2018 mengakibatkan satu orang tewas. Mobil dan motor milik warga desa pun hanyut terseret air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Dasril mengatakan banjir bandang mulai merambah rumah warga sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun karena hujan yang tak kunjung berhenti membuat banjir bandang semakin meluas hingga menghantam beberapa nagari lainnya di Kecamatan Bukit Sundi.

Banjir bandang ini dilaporkan melanda sekitar tiga nagari (setara desa) yaitu Muara Panas, Kinari, Parambahan. Air pada malam hari naik hingga semeter dan surut pada pagi hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Dari data petugas Tagana di lokasi, korban meninggal satu orang, 3.267 jiwa terdampak banjir, tujuh orang dirawat di puskesmas, bangunan rumah rusak sebanyak 421, tiga bangunan sekolah.

Kemudian dua masjid, satu pondok pesantren, sawah sebanyak 322 hektar, ternak, 6 unit mobil dan 20 sepeda motor hanyut terbawa air. 

Selain itu gabah siap jual sebanyak 3 ton terendam banjir bandang. Hingga kini petugas BPBD dibantu oleh petugas Tagana dan lembaga sosial lainnya terus berjaga di lokasi melakukan pertolongan darurat kepada warga masyarakat yang terdampak pasacakejadian.

"Untuk saat ini petugas gabungan masih berjaga dan memberikan bantuan bagi masyarakat," katanya di Arosuka, Jumat, 7 September 2018.

Terkait dengan jumlah kerugian, hingga saat ini petugas BPBD masih melakukan penghitungan kerugian dan melakukan pendataan kepada masyarakat.

Dari hitungan sementara, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Saat ini, petugas polisi dengan water canon membantu siswa membersihkan sisa lumpur di Pondok Pesantren dan warga sekitarnya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500