Ilustrasi Bom. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Bom Bunuh Diri Guncang Somalia, 6 yang Tewas dari Polisi dan Warga

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 18:00:34 WIB

Kriminologi.id - Setidaknya enam orang, termasuk tiga warga sipil, tewas akibat aksi bom bunuh diri menggunakan mobil di sebuah gedung kantor pemerintah lokal di ibu kota Somalia, Mogadishu. Serangan bom mobil itu menghancurkan bangunan dan menyebabkan sekolah terdekat runtuh. Asap terlihat muncul dari tempat kejadian.

Bom tersebut meledak pada Minggu, 2 September 2018. Juru bicara pemerintah Kota Mogadishu, Hassan Omar, seperti dilansir dari aljazeera.com mengungkapkan, tiga orang yang tewas dalam ledakan itu adalah pasukan keamanan. Para petugas tersebut mencoba menghentikan pembom di pos pemeriksaan.  

Omar menjelaskan, penyerang kemudian meledakkan kendaraan yang sarat bahan peledak di dekat gerbang markas distrik Hawlwadag. Selain mengenai tiga petugas keamanan, tiga korban lainnya berasal dari warga sipil.

Selain enam orang tewas tersebut, tercatat ada 14 orang termasuk enam anak-anak mengalami luka parah. Di antara korban luka tersebut, adalah komisaris distrik setempat yakni Ibrahim Hassan Matan.

Sebagian besar korban yang terluka atas peristiwa bom bunuh diri adalah para pelajar di sekolah menengah Quran terdekat. Saat serangan terjadi sebagian besar anak-anak jauh dari gedung, karena bertepatan saat istirahat.

"Saya melihat mayat-mayat bertebaran di tanah setelah ledakan di depan ambulans dan paramedis mencapai tempat kejadian dan seluruh pemandangan sangat buruk," kata saksi Halima Mohamed.

Kapten polisi Mohamed Hussein mengatakan, meskipun sudah menelan belasan korban jiwa, namun penyerang telah gagal untuk menimbulkan jatuhnya korban dalam jumlah besar. Ledakan itu juga meledakkan atap sebuah masjid dan merusak rumah-rumah di dekatnya.

Kelompok bersenjata al-Shabab mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

"Kami berada di belakang serangan bunuh diri. Kami menargetkan kantor distrik di mana ada pertemuan. Kami membunuh 10 orang sejauh ini, kami akan memberikan rincian kemudian," kata juru bicara operasi militer al-Shabab, Abdiasis Abu Musab. 

Korban yang timbul akibat aksi dari kelompok bersenjata al-Shabab ini biasanya mengarah pada pejabat. Kelompok terkait Alqaida ini berjuang untuk menggulingkan pemerintah yang didukung PBB di Mogadishu.

Pada Oktober 2017, sebuah pengeboman truk yang dilakukan kelompok itu menyebabkan sedikitnya 512 orang tewas. Menurut sumber setempat, ketika perang dimulai pada sekitar 1990-an hingga kini, warga sipil Somalia menjadi pihak yang terus menderita.

KOMENTAR
500/500