Bunuh diri meledak di kota Peshawar, Pakistan (10/7/2018) Foto: Anadolu

Bom Bunuh Diri Meledak Saat Rapat Politik, 105 Orang Tewas

Estimasi Baca:
Sabtu, 14 Jul 2018 10:35:02 WIB

Kriminologi.id - Sebuah bom bunuh diri meledak saat gelaran rapat politik di Distrik Mastung, Pakistan pada Jumat, 13 Juli 2018. Ledakan itu menyebabkan 105 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya dilaporkan cedera.

Dilansir Xinhua sebagaimana diberitakan Antara, pada Sabtu, 14 Juli 2018, bom bunuh diri itu dibawa oleh seorang pria yang ikut menghadiri rapat politik dan kemudian meledakkan dirinya di tengah rapat.

Menteri Dalam Negeri Provinsi Balochistan di bagian barat daya Pakistan, Agha Umar mengatakan salah satu korban yang tewas dalam serangan bom bunuh diri itu adalah seorang pemimpin politik, dan para korban cedera saat ini telah dirawat di berbagai rumah sakit.

Sementara itu Wakil Komisaris Mastung, Qaim Lashari mengatakan sasaran ledakan itu adalah pemimpin politik Nawabadza Siraj Raisani, yang sedang menghadiri rapat politik di konstituennya yang berada di Mastung.

Namun Raisani selamat dari pemboman tersebut dan dibawa ke rumah sakit Provinsis Quneitra.

Usai ledakan dahsyat tersebut, tim penjinak bom melakukan penyelidikan dan mengatakan bahan peledak seberat 18 sampai 20 kilogram telah digunakan dalam aksi bom bunuh diri itu.

Lashari mengatakan jumlah korban tewas mungkin bertambah karena 22 orang yang mengalami cedera berada dalam keadaan kritis di rumah sakit.

Bom bunuh diri itu membuat Presiden Mamnoon Hussain dan Perdana Menteri sementara Nasirul Mulk serta Kepala Staf Angkatan Darat Qamar Javed Bajwa mengutuknya. 

Belum jelas siapa pelaku bom bunuh diri yang menewaskan hingga 105 orang tersebut. Namun kelompok ISIS di negara tersebut melalui sebuah pernyataan di jejaringnya menyatakan sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Bom bunuh diri ini adalah bom bunuh diri ketiga dalam sepekan yang ditujukan kepada pemimpin politik di negeri itu yang sedang sibuk menggelar kampanye jelang pemilu pada 25 Juli mendatang.

Pada Jumat, 13 Juli 2018, sebanyak 40 orang mengalami cedera akibat ledakan yang menghantam rombongan mantan kepala menteri yang mencalonkan diri dalam pemilihan umum di konstituennya di Provinsi Khyber Pakhtukkhwa.

Sementara pada Selasa sebelumnya, sebuah bom bunuh diri menghantam rombongan pemimpin politik di Provinsi Pakhtunkhwa telah menewaskan 22 orang.

Setelah ledakan dahsyat pada Jumat malam kemarin, Komisi Pemilihan Umum Pakistan mengumumkan pembatalan pemungutan suata di konstituante Mastung.

Menurut Undang-Undang Dasar Pakista, jika calon suatu konstituen meninggal, maka pemungutan suara di daerah tersebut bisa dibatalkan.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500