Ilustrasi teror KKB di Papua. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Bupati Mimika Ungkap Kekejian KKB Pukul dan Telanjangi Guru Perempuan

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 11:30:11 WIB

Kriminologi.id - Dua orang guru kontrak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Hal itu diungkap oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng, setelah menerima laporan dari aparat Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, mengenai penganiayaan tersebut.

"Memang betul ada kejadian itu. Guru-guru laki-laki diikat tangannya lalu dipopor dengan senjata. Sementara guru perempuan dipukul, ditelanjangi, bahkan ada yang diperkosa. Ini sangat keterlaluan dan tidak beradab," kata Bupati Omaleng seperti dilansir Antara di Timika, Selasa, 17 April 2018.

Ia menuturkan bahwa setelah mengetahui adanya kejahatan itu, warga Aroanop berupaya membebaskan para guru dari anggota KKB.

"Masyarakat kejar orang-orang itu, tapi mereka lari ke hutan. Masyarakat tidak senang dengan kelakuan bejat mereka. Kami minta KKB tidak boleh membuat kekacauan di tengah masyarakat. Omong kosong mau lindungi masyarakat kalau menggunakan cara-cara yang tidak bermoral seperti itu," kata Omaleng.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika berencana mengirim helikopter ke Aroanop untuk menjemput guru-guru kontrak yang masih berada di area tersebut.

Para anggota KKB yang melakukan kejahatan melarikan diri ke kampung-kampung di wilayah lembah Aroanop seperti Jagamin, Anggigi, dan Ainggongin setelah pasukan gabungan TNI menyerbu Kampung Banti 1, Banti 2, Utikini, Kimbeli dan Opitawak pada 31 Maret hingga 2 April.

Sebelum pasukan TNI tiba di Banti, anggota KKB membakar Rumah Sakit Waa-Banti milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), serta gedung SD-SMP Negeri Banti dan rumah-rumah warga.

Anggota kelompok itu juga menjarah ternak babi milik warga, serta merusak fasilitas Puskesmas dan gedung SD Aroanop.

"Mereka bakar gedung sekolah, rumah sakit, rumah-rumah masyarakat dikasih hancur, ternak babi diangkat semua. Pelakunya mereka yang disebut KKB itu. Saat pasukan TNI masuk, mereka-mereka yang tadinya pegang senjata api itu kabur semua," kata Omaleng.

Bupati Omaleng bersama Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto dan Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf Windarto berencana menemui warga Kampung Banti pada Rabu, 18 April 2018 untuk membicarakan pembebasan lahan untuk pembangunan Kantor Koramil, Kantor Polsek dan Kantor Distrik Tembagapura di Kampung Banti 1 dan Banti 2.

Selain itu, pos tinjau TNI rencananya dibangun di beberapa lokasi dekat Tembagapura seperti Kampung Opitawak dan Tagabra guna mencegah masuknya KKB.

"Saya bersama Kapolres dan Dandim akan berangkat ke Tembagapura untuk menemui masyarakat guna membicarakan hal ini. Kita ingin masyarakat di sana maupun PT Freeport tidak lagi terganggu dengan adanya KKSB," kata Bupati Omaleng.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Mimika telah mengirim beras dan bahan pangan lainnya ke Banti, Kimbeli dan Opitawak untuk membantu masyarakat yang kekurangan pangan sejak anggota KKB menduduki kampung-kampung mereka.

KOMENTAR
500/500