Dok. Danau Sembuluh, Kotawaringin Timur, Foto: Antaranews.com

Danau Sembuluh Tercemar Limbah, DPRD: Jangan Hanya Fokus Karhutla!

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 19:45:18 WIB

Kriminologi.id - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah Heriansyah menyebut Danau Sembuluh di Kabupaten Kotawaringin Timur sekarang ini mengalami kerusakan akibat tercemar limbah dari perusahaan perkebunan yang memiliki pabrik kelapa sawit.

Pemerintah daerah diminta segera menangani kerusakaan lingkungan ini, jangan hanya fokus pada kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla. Sebab kerusakan lingkungan, khususnya pencemaran sungai atau danau, juga perlu menjadi perhatian.

"Kerusakan ataupun pencemaran sungai dan danau, juga bisa sangat menyengsarakan rakyat. Jadi, saya minta agar Gubernur memerintahkan tim Pemprov untuk melihat langsung kondisi Danau Sembuluh, termasuk perusahaan-perusahaan yang berada di sekitarnya," kata Heriansyah. 

Kondisi Danau Sembuluh disoroti setelah tim reses dapil II DPRD Kalteng melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kotim dan Seruyan. Hasil temuan dalam reses tersebut terkait Danau Sembuluh yang diduga mengalami kerusakan akibat tercemar limbah perusahaan perkebunan.

Menurut Heriansah, kerusakan danau itu bisa dilihat dari semakin sulitnya berkembang beberapa ikan jenis dan airnya sudah tidak dapat dikonsumsi serta terjadi pendangkalan di sejumlah tempat.

"Bukan hanya itu, air Danau Sembuluh pun sudah sulit digunakan untuk mandi. Informasi dari sejumlah warga, tubuh gatal-gatal kalau digunakan untuk mandi. Ikan jenis Arwana, Lohan, Jelawat, Pipih dan lainnya yang dahulu banyak di Danau Sembuluh, sekarang pun sulit ditemukan," ujar dia di Sampit, Jumat, 31 Agustus 2018.

Menurut dia, kerusakan Danau Sembuluh besar kemungkinan akibat beroperasinya tujuh perusahaan Perkebunan di wilayah sekitar.

Heriansyah mengatakan, kerusakan yang terjadi di danau kebanggaan masyarakat Kabupaten Kotim itu akan disampaikan ke Gubernur Kalteng, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, DPR RI dan berbagai pihak lainnya.

"Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan dan dianggap enteng. Perlu ada keseriusan dalam menyikapinya, termasuk mengecek apakah benar tujuh perusahaan perkebunan yang beroperasi di sekitar Danau Sembuluh, tidak membuang limbah secara sembarangan," ucapnya. 

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500