Demonstrasi di depan kantor pemerintah provinsi Basra, Irak. (5/9/2018). Foto: Anadolu Agency

Demonstran Serang Konsulat Iran di Basra, Seorang Tewas

Estimasi Baca:
Sabtu, 8 Sep 2018 14:00:15 WIB

Kriminologi.id - Demonstrasi puluhan orang yang terjadi di Kota Basra, Irak pada Jumat, 7 September 2018 menyebabkan seorang tewas dan belasan luka-luka. Para demonstran menyerbu kantor Konsulat Iran dan markas kelompok Asaib Ahl Al-Haq atau Liga Kebenaran yang mendapat dukungan Iran. 

Sempat ingin menyasar Konsulat AS, namun digagalkan setelah digagalkan pasukan pengamanan yang memperketat penjagaan.

Dilansir Anadolou, Hani Abdul Hussein, seorang saksi mata peristiwa penyerangan itu mengatakan bahwa para demonstran berusaha memasuki gedung Asaib Ahl al-Haq dan melakukan serangan.

Mendapat serangan, anggota Asaib Ahl al-Haq yang berada di dalam markas balas menembaki para demonstran. Asaib Ahl al-Haq dikenal sebagai faksi militan dari Hashd al-Shaabi,  sebuah pasukan tempur Syiah.

Sementara itu pemimpin kelompok Asaib Ahl Al-Haq, Qais Al-Khaz'ali mengancam akan turun tangan dengan "keras" jika keadaan mencapai tingkat yang mengancam keberadaan negara.

"Membakar markas Asa'ib Ahl Al-Haq dan beberapa partai di Basra bermotif politik dan memiliki hubungan dengan pergolakan kekuasaan di Irak," kata Al-Khaz'ali dalam satu wawancara dengan stasiun televisi lokal.

Akibat demonstrasi berdarah itu, Teheran mengeluarkan pernyataan yang menyatakan telah menutup perbatasan Shalamcheh di Basra setelah massa yang marah membakar konsulat Iran.

Namun komite Irak untuk penyeberangan perbatasan membantahnya dalam pernyataan dan mengatakan penyeberangan itu beroperasi seperti biasa.

Sejak 9 Juli, provinsi-provinsi pusat dan selatan mayoritas Syiah Irak, terutama Basra telah diguncang oleh protes untuk menuntut layanan publik yang lebih baik, lebih banyak kesempatan kerja dan diakhirinya korupsi pemerintah.

Demonstrasi tersebut adalah bagian dari protes berhari-hari di daerah penghasil minyak Provinsi Basra di Irak Selatan.

Selama protes itu, ratusan demonstran yang marah membakar gedung pemerintah provinsi dan kantor partai politik utama serta markas beberapa milisi Syiah dalam protes atas korupsi yang tersebar luas dan pencemaran air di provinsi tersebut.

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500