Ilustrasi kelompok kriminal bersenjata KKB Papua. Ilustrasi: Kriminologi

Fakta-fakta Penyerangan KKB, Anggota TNI Ditodong Panah dan Parang

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 15:15:12 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak 17 orang Tim Survei Papua Terang yang dikawal 16 anggota TNI diserang Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB saat berada di Kabupaten Paniai, Senin, 6 Agustus 2018.

Kriminologi.id merangkum sejumlah fakta insiden penyerangan KKB. Berikut adalah fakta-faktanya. 

1. Lima Anggota TNI Terluka
Penyerangan yang dilakukan KKB membuat lima anggota TNI terluka. Kapendam XVII Cendrawasih, Kolonel Infantri Muhammad Aidi mengatakan, lima anggota TNI yang terluka mengalami luka memar dan sobek akibat terkena benda tajam. Sementara anggota tim Survey Papua Terang tak mengalami luka.

"Kelima korban yakni, Serma Alfius Gobay, Sertu Yauji, Sertu Hardi, Kopda Karyadi, dan Prada Irfannudin. Tim survey lainnya dalam keadaan aman dan saat ini seluruh korban telah dievakuasi ke Paniai. Dua korban di antarannya yakni Karyadi dan Irfani telah dirawat di RSUD setempat," katanya, di Jayapura, Papua, Senin, 6 agustus 2018, seperti dilansir rri.co.id. 

2. Dua Kepala Distrik Bantu Kembalikan Senjata TNI
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah mengembalikan senjata api yang dirampas dari anggota TNI yang sedang mengawal tim survey Papua Terang. Empat pucuk senjata api yang dirampas itu dikembalikan atas bantuan Dua Kepala Distrik setempat.

Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan empat pucuk senjata api itu dikembalikan KKB melalui Kepala Distrik Wegemuka Deki Gobay, dan Kepala Distrik Wegeino Robi Degei pada Selasa, 7 Agustus 2018 dini hari sekitar pukul 02.30 WIT.

Kedua Kepala Distrik itu menyerahakan senjata api milik TNI yang dirampas itu kepada Dandim 1705/Paniai Letkol Inf Jimmy Sitinjak dan Pjs Bupati Paniau Mussa Isir di Enarotali.

Senjata api yang dikembalikan itu terdiri dari 3 pucuk senjata laras panjang dan 1 jenis pistol lengkap beserta amunisinya dan perlengkapan TNI lainnya.

"Saat ini senpi organik TNI sudah diamankan dan menyampaikan terima kasih atas bantuan masyarakat sehingga senpi tersebut dikembalikan," kata Aidi di Jayapura, Selasa, 7 Agustus 2018.

3. Dikepung dan Ditodong Senpi, Panah dan Parang
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pendam XVII Cendrawasih,tim Papua Terang rencananya akan melakukan pengambilan gambar dan data di Kampung Kinou. Untuk sampai ke kampung itu, tim harus melewati tujuh kampung lainnya. 

Dalam perjalanan, tim disambut hangat warga di tujuh kampung. Namun setibanya di Kampung Kinou, tim mendapat penolakan dari sejumlah warga dengan alasan tak memiliki izin. 

Tim akhirnya berbalik arah menuju ke Kampung Muyadebe, Distrik Wegemuka. Namun begitu tiba di Kampung Bokoa, tim dikepung sekitar 80 orang KKSB dengan membawa sekitar 30 pucuk senjata laras panjang campuran, panah, dan parang.

KKSB kemudian mengeluarkan tembakan secara membabi buta dan berusaha merampas senjata milik TNI. Lantaran kalah jumlah, KKSB berhasil merampas tiga pucuk senpi mikik TNI. 

Untungnya, ratusan warga lain yang mendukung dan melindungi tim Papua Terang langsung merespons dan mengusir KKSB dari kampung tersebut. 

4. Tim Survei Papua Terang
Tim Survei Papua Terang yang beranggotakan 17 orang itu, terdiri dari tiga tenaga ahli PLN, 11 mahasiswa UI dan Uncen, dan tiga tenaga sukarela. Tim in dipimpin Koordinator bernama Sugiri. 

Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500