Masjid Jabal Nur, Desa Lading-Lading Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Foto: Twitter @Sutopo_PN

Gempa Lombok, Basarnas Evakuasi Korban Reruntuhan Masjid Jabal Nur

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 11:30:50 WIB

Kriminologi.id - Tim Badan SAR Nasional atau Basarnas kembali melakukan evakuasi terhadap korban gempa yang tertimpa reruntuhan kubah Masjid Jabal Nur, Desa Lading-Lading Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Dua jenazah berhasil dievakuasi pada Senin, 6 Agustus 2018, malam.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, para korban tengah melakukan salat berjamaah di masjid saat gempa terjadi.

Sutopo mengatakan dalam keterangan pers Senin malam, 6 Agustus 2018, pihaknya mengerahkan alat berat untuk menghancurkan atap dan dinding masjid. Evakuasi dimulai sejak Senin sore dan masih berlangsung hingga malam. Tim SAR gabungan belum mengetahui jumlah persis jemaah yang menjadi korban.

Sementara melalui akun Twitter Sutopo mengatakan pihaknya terus melakukan evakuasi terhadap para jamaah masjid yang tertimpa reruntuhan.

“Tim Basarnas bersama TNI terus lakukan evakuasi korban tertimpa reruntuhan masjid di Desa Lading-Lading Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Dengan profesional mereka terus melakukan evakuasi di medan yang berat,” tulis Sutopo, Selasa, 7 Agustus 2018.

Pada Senin, 6 Agustus 2018, sebanyak dua jenazah berhasil dievakuasi dari runtuhan kubah masjid yang ambruk akibat gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu, 5 Agustus 2018 sekitar pukul 19.46 WITA.

"Untuk hari ini tim sudah berhasil mengevakuasi dua jenazah pria," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram I Nyoman Sidakarya yang ditemui wartawan di Tanjung, Senin, 6 Agustus 2018.

Pencarian dan evakuasi di lokasi reruntuhan dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Selasa pagi, 7 Agustus 2018. Pencarian korban tetap melalui titik awal hasil evakuasi dua jenazah.

Dua jenazah yang berhasil dievakuasi dari dalam timbunan reruntuhan kubah masjid telah diserahkan kepada pihak keluarganya.

Upaya evakuasi korban yang diduga terjebak di dalam reruntuhan ini berawal dari hasil pendataan mengenai kondisi di lapangan pascgempa. Ketika itu, warga sedang melaksanakan ibadah salat Isya di Masjid Jabal Nur di Dusun Lading-lading, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, yang bertugas sebagai ancident commander melakukan pemeriksaan di lokasi bersama anggota dan petugas basarnas. Ditemukan tanda-tanda korban gempa bumi yang masih terjebak dalam reruntuhan kubah masjid.

"Jadi sisanya belum sempat kita keluarkan, karena harus menggunakan bantuan alat berat," kata Rizal.

Alat berat ekskavator pada Senin siang sudah berada di lokasi reruntuhan kubah masjid. Tim evakuasi terpadu, dari basarnas, TNI, Polri, dan dinas PU, melakukan evakuasi korban. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500