Korban luka akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat dirawat di tenda (06/08/2018) Foto: Twitter Sutopo Purwo Nugroho

Gempa Lombok, Kerusakan Rumah di Berbagai Kecamatan Capai 50 Persen

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 14:20:40 WIB

Kriminologi.id - Tim SAR Gabungan terus menyisir daerah gempa untuk melakukan evakuasi, penyelamatan dan pertolongan korban gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tercatat 91 orang meninggal dunia, 209 orang luka, sementara kerusakan rumah di berbagai kecamatan mencapai 50 persen.

Kepala Pusat Data-Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap dampak gempa tersebut.

"Diperkirakan jumlah korban dan kerusakan akibat dampak gempa akan terus bertambah. Pendataan masih akan terus dilakukan oleh pihak terkait," ujar Sutopo dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin, 6 Agustus 2018.

Menurut Sutopo, hingga Senin, 6 Agustus 2018, pukul 10.00 WIB, tercatat 91 orang meninggal dunia, 209 orang luka-luka, ribuan jiwa masyarakat mengungsi dan ribuan rumah rusak.

"Terdapat di Kabupaten Lombok Utara 72 orang, Kota Mataram 4 orang, Lombok Timur 2 orang, Lombok Tengah 2 orang, Lombok Barat 9 orang dan Bali 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Belum adanya laporan wisatawan yang menjadi korban akibat gempa," tutur Sutopo.

Sutopo menjelaskan, daerah Lombok Utara merupakan wilayah yang paling parah terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa. 

Rumah-rumah di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur yang sebelumnya hanya mengalami rusak ringan setelah diguncang gempa berkekuatan 6,4 skala richter pada Minggu, 29 Juli 2018, menjadi rusak berat dan roboh akibat guncangan gempa berkekuatan 7 skala richter.

"Berdasarkan laporan pertugas di Kabupaten Lombok Utara perkiraan kerusakan rumah di berbagai kecamatan seperti Kecamatan Bayan, Kecamatan Kayangan, Kecamatan Gangga, KecamatanTanjung dan Kecamatan Pemenang mencapai lebih dari 50 persen. Artinya banyak rumah yang rusak. Masih dilakukan pendataan," imbuh Sutopo.

Bencana alam gempa bumi terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 18.46 WIB, berdasarkan informasi BMKG gempa berpusat pada koordinat 8,37 derajat LS dan 116,48 derajat BT, dengan magnitudo 7,0 SR, di kedalaman 15 km, berjarak 27 km timur laut Lombok Utara. AS

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500