Masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara roboh dan diduga menimbun belasan jamaah yang melakasanakan shalat Isya. Foto: @Sutopo_PN/Twitter

Gempa Lombok, Lima Korban Masih Terjebak Reruntuhan Masjid

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 16:50:18 WIB

Kriminologi.id - Gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, merobohkan bangunan Masjid Jamiul Jamaah di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Sedikitnya lima orang diperkirakan masih terjebak di reruntuhan bangunan masjid.

Saat gempa terjadi di kawasan tersebut, ada sekitar seratus jemaah yang sedang mengikuti pengajian dan salat Isa berjamaah di dalam masjid.

"Ada empat sampai lima orang yang masih terjebak di dalam masjid, karena belum sempat selamatkan diri," ujar Hudri (32), salah satu saksi mata, saat ditemui di Masjid Jamiul Jamaah Dusun Karang Pangsor, Selasa, 7 Agustus 2018.

Menurut Hudri, dirinya mengaku tidak mengingat orang-orang yang masih terjebak di dalam masjid ketika gempa terjadi.

Hudri memperkirakan dari lima jamaah yang diperkirakan masih terjebak di dalam masjid diduga ada yang masih hidup. Pasalnya pada Senin, 6 Agustus 2018, warga masih mendengar suara minta tolong dari dalam reruntuhan masjid.

"Kita dengar itu ada yang minta tolong, tetapi setelah itu hilang," terang Hudri.

Saat itu, kata Hudri, Inak Salmah (60) warga dusun setempat yang masuh ke dalam masjid.

"Nah rupanya begitu gempa, Inak Salmah ini balik masuk lagi ke dalam masjid, sedangkan yang lain langsung lari keluar, masjid langsung ambruk," katanya.

Hudri mengatakan, usai gempa terjadi, dia bersama warga langsung mencoba menolong, tetapi pihaknya hanya bisa mengeluarkan 7 orang yang masih bisa di selamatkan. Ketujuh anak itu antara lain Inak Pat, Inak Magenta, Inak Kartina, Inak Mardiah, Inak Mainun, H Azis dan pak Ahmad.

"Tetapi, pak Ahmad sudah meninggal saat dievakuasi ke posko pengungsian," ujarnya.

Sementara itu, Hamdan salah satu keponakan Inak Salmah, membenarkan jika satu dari lima dari jemaah yang masih tertimbun di dalam masjid adalah bibinya. 

Pasalnya, saat kejadian Inak Salmah pamit ke masjid untuk mengikuti salat berjamaah dan mendengarkan pengajian. Namun nahas saat gempa terjadi bibinya tidak sempat menyelamatkan diri.

"Inak Salmah ini bibi saya, saudara dari ibu," ujar Hamdan saat sedang mendatangi MasjidJamiul Jamaah.

Menurutnya, pihak keluarga berharap lima orang, termasuk Inak Salmah masih bisa diselamatkan. Meski kondisi masjid sudah ambruk total.

"Harapan kita masih bisa diselamatkan," tandasnya.

Gempa bumi terjadi di Lombok terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018, petang dengan kekuatan 7,0 Skala Richter. Gempa bumi 7,0 SR yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa juga dirasakan hingga ke Bali dan Jawa Timur.

Gempa tersebut disebut BMKG sebagai gempa utama dari rangkaian gempa yang terjadi di Lombok sebelumnya yaitu pada 29 Juli 2018 yang juga merusak dan menimbulkan korban jiwa jika dilihat dari episenternya yang relatif sama. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500