Masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara roboh dan diduga menimbun belasan jamaah yang melakasanakan shalat Isya. Foto: @Sutopo_PN/Twitter

Gempa Susulan Lombok, 16 Kali Guncangan Dirasakan Kuat

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 10:25:40 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak 230 kali gempa susulan terjadi pascagempa bumi 7,0 SR yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya pada Minggu, 5 Agustus 2018. Dari jumlah itu 16 gempa dirasakan kuat oleh warga.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, terjadinya 230 kali gempa susulan itu tercatat hingga pukul 07.00 WITA.

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tjatmiko mengatakan, tercatat terjadi gempa bumi susulan berkekuatan 5,5 SR pada pukul 01.21 WIB di wilayah Sumbawa dengan episenter terletak pada 8.18 Lintang Selatan dan 116.29 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Sementara gempa bumi dengan kekuatan yang semakin kecil juga terus terjadi setelahnya, tercatat pada pukul 04.00 hingga pukul 06.00 WITA terjadi sembilan kali gempa susulan. 

Sebelumnya, gempa susulan juga dirasakan warga Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Senin, 6 Agustus 2018, sekitar pukul 23.55 WITA. Warga berlarian menjauhi bangunan terkait gempa yang berlangsung selama sekitar empat detik itu.

Gemuruh tanah bergerak yang menggoyang bangunan terdengar cukup keras. Seluruh penghuni bangunan berhamburan keluar gedung. Beberapa warga saling menatap dan mencari beberapa sanak saudara yang terpisah. Gempa tersebut tidak menimbulkan dampak kerusakan, menurut laporan Antara.

Sirine mobil ambulans di sekitar Jalan Pejanggik, Kota Mataram, serentak mulai saling menyahut pascagempa susulan yang terjadi pukul 23.55 Wita itu. Beberapa penghuni hotel memilih tinggal di luar hotel setelah gempa susulan kembali terjadi.

Gempa bumi terjadi di Lombok terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018, petang dengan kekuatan 7,0 Skala Richter. Gempa bumi 7,0 SR yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa juga dirasakan hingga ke Bali dan Jawa Timur.

Gempa tersebut disebut BMKG sebagai gempa utama dari rangkaian gempa yang terjadi di Lombok sebelumnya yaitu pada 29 Juli 2018 yang juga merusak dan menimbulkan korban jiwa jika dilihat dari episenternya yang relatif sama. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500