Ilustrasi penjara. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Imbas Penahanan Aktivis HAM, Saudi Jual Obligasi dan Tarik Beasiswa

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 09:55:48 WIB

Kriminologi.id - Ketegangan Arab Saudi dengan Kanada terkait penahanan seorang perempuan aktivis hak asasi manusia terus belanjut. Setelah mengusir Duta Besar Kanada, Saudi menjual ekuitas, obligasi, dan saham Kanada.

Seperti dilaporkan Reuters, mengutip Financial Times, Bank sentral Saudi dan Badan dana Pensiun Kerajaan memerintahkan manajer mereka di seluruh dunia untuk menjual harta Kanada.

Sebelumnya, Arab Saudi juga membekukan perdagangan dan penanaman modal baru dengan Kanada serta mengusir duta besar Kanada. Langkah itu diambil di tengah peningkatkan perselisihan setelah Ottawa mendesak Saudi membebaskan para pegiat hak asasi manusia.

Terkait penjualan obligasi dan saham tersebut, Bank Sentral Saudi belum menanggapi permintaan untuk berkomentar. Kementerian urusan luar negeri Kanada juga belum memberikan pernyataan.

Tak hanya itu, Arab Saudi telah menghentikan semua program perawatan medis di Kanada. Seperti dilaporkan Saudi Press Agency, yang dikutip Xinhua, Saudi sedang berkoordinasi bagi pemindahan pasien Arab Saudi ke luar Kanada.

Laporan tersebut mengutip pernyataan Dr. Fahd bin Ibrahim At-Tamimi, Atase Kesehatan Arab Saudi di Amerika Serikat dan Kanada.

Sementara dalam bidang pendidikan, Saudi membekukan semua program beasiswa dan pelatihan di Kanada sampai akhir tahun kalender Islam pada September, kata Biro Kebudayaan di Kementerian Pendidikan.

Arab Saudi berencana memindahkan 12.000 mahasiswa Arab Saudi dan anggota keluarga mereka dari Kanada ke negara lain seperti Amerika Serikat, sebagai protes terhadap pernyataan Kanada baru-baru ini, kata seorang pejabat senior.

Sebelumnya diberitakan, Kanada mendesak Riyadh membebaskan sejumlah aktivis hak asasi manusia yang ditahan. Pasukan keamanan Saudi dilaporkan menahan sejumlah aktivis hak asasi manusia sejak beberapa bulan lalu.

Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 6 Agustus 2018, menyuarakan keprihatinan atas penahanan aktivis hak asasi manusia Samar Badawi, yang merupakan saudara perempuan aktivis dan penulis Saudi, Raif Badawi.

Sementara Saudi mengatakan penahanan itu berdasarkan ketentuan hukum. Permintaan Kanada untuk membebaskan para tahanan dinilai "mengganggu urusan domestik Kerajaan terhadap norma-norma internasional dan semua protokol internasional."

Samar Badawi menerima penghargaan Women of Courage internasional pada 2012 dalam sebuah upacara di Washington dari mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton serta Michelle Obama.

Aktivis perempuan itu merupakan seorang pembela hak asasi manusia yang diakui internasional. Badawi dan aktivis hak perempuan Saudi lainnya, Nassima al-Sadah, ditangkap pekan lalu dan memicu kecaman internasional. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500