Selat Bab al-Mandab. Foto:google maps

Israel Ancam Iran Atas Rencana Penutupan Selat al-Mandab

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 17:05:27 WIB

Kriminologi.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Iran terkait rencana pemblokiran Selat Bab al-Mandab. Israel menyebut Iran akan menghadapi kemarahan besar koalisi internasional.

"Awal pekan ini, kami melihat bentrokan tajam dengan proxy Iran yang mencoba menghalangi navigasi melalui selat di dekat pintu masuk Laut Merah," kata Netanyahu saat berbicara kepada kadet angkatan laut pada upacara kelulusan di Haifa, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, 2 Agustus 2018.

Pernyataan Netanyahu tersebut dilontarkan menyusul ancaman Iran baru-baru ini yang berencana menutup perairan strategis sebagai pembalasan atas sanksi ekonomi AS terhadap Teheran.

Bab al-Mandab menghubungkan Samudera Hindia dengan Laut Mediterania melalui Teluk Aden dan Laut Merah. Menurut Netanyahu, dirinya menekankan kepentingan strategis jalur air ke Israel.

"Laut memberi banyak peluang," katanya. "Di atas segalanya, itu memungkinkan negara kecil Israel untuk memperluas jangkauannya dengan mengerahkan kapal kami di area yang luas," tegasnya.

Sementara dilansir dari Xinhua melali Antara, koalisi pimpinan Arab Saudi yang terlibat dalam perang di Yaman, telah mengamankan pelayaran dan perdagangan internasional di Selat Bab Al-Mandab dan Laut Merah Selatan. 

Juru bicara koalisi tersebut Kol. Truki Al-Malki menyoroti di dalam satu pernyataan bahwa berbagai langkah yang mematuhi hukum internasional akan menanggulangi sikap bermusuhan anggota Milisi Al-Houthi, kata Kantor Berita Arab Saudi. Namun dia tidak menjelaskan sifat langkah itu.

Ia juga memperingatkan mengenai bencana alam dan ekonomi jika gerilyawan Al-Houthi terus menyerang kapal yang berlayar di Selat Bab Al-Mandab, dan yang paling akhir ditujukan terhadap kapal tangker Arab Saudi. 

Arab Saudi menangguhkan transfer minyak mentah melalui Bab al-Mandab setelah dua tanker minyaknya diduga diserang oleh pemberontak yang didukung Iran di lepas pantai Yaman.

"Arab Saudi sementara menghentikan semua pengiriman minyak melalui Bab al-Mandab sampai situasi menjadi lebih jelas dan transit maritim melalui selat itu aman," kata Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih pada saat itu.

Satu hari kemudian, Qassem Soleimani, kepala Pasukan Quds elit Iran, mengatakan bahwa Laut Merah "tidak lagi aman" bagi pasukan angkatan laut AS.

Diperkirakan 7 persen dari semua lalu lintas maritim internasional transit melalui Bab al-Mandab setiap tahun. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500