Jet tempur Suriah. Foto: Facebook Syrian Arab Army

Israel Ancam Serang Iran Usai Teken Kesepakatan Militer dengan Suriah

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 10:40:57 WIB

Kriminologi.id - Penandatanganan kesepakatan Suriah-Iran yang akan membangun kembali pasukan militer Suriah mendapat ancaman dari Israel. Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz mengancam akan menyerang militer Iran yang berada di Suriah.

Media Iran melaporkan Teheran dan Damaskus, Senin, 27 Agustus 2018, meneken kesepakatan militer dan rekonstruksi selama kunjungan Menteri Pertahanan Amir Hatami ke Suriah.

"Israel tidak akan mengizinkan Iran berada di Suriah. Kami akan bertindak sekuat kami untuk menentang posisi Irak di Suriah yang bisa mengancam Negara Israel," kata Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz kepada Otoritas Penyiaran Publik Israel seperti dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, 30 Agustus 2018.

Kesepakatan militer dan rekonstruksi Suriah-Iran tersebut menurut Katz "melewati garis merah yang telah kami tetapkan". Katz juga mengancam Presiden Suriah Bashar al-Assad, jika membela pasukan Iran, "dia akan segera merasakan konsekuensinya."

Israel kerap menuding Teheran mengeksploitasi konflik yang sedang berlangsung di Suriah dengan membangun pusat militer permanen di dekat perbatasan Israel.

Sementara itu, Katz menjabarkan kebijakan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman atas blokade Jalur Gaza sebagai "kegagalan total".

"Israel harus mengambil keputusan strategis yang akan mengubah keadaan Jalur Gaza," ujar dia.

"Saya mendukung tindakan sepihak atas Gaza tanpa dialog dengan Hamas, yang akan mencapai tiga tujuan strategis: perpisahan sepenuhnya Israel dan Gaza dalam semua masalah sipil dan perpisahan sepenuhnya masalah keamanan dan demografi antara Gaza, Israel, dan Otoritas Palestina," kata dia.

Tujuan ketiga, tambah dia, "adalah untuk menetapkan kebijakan pencegahan di sepanjang perbatasan Gaza."

"Saya tidak percaya akan kesepakatan apapun dengan Hamas, baik pada level dasar maupun pada level operasional," kata Katz.

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500