Rocky Gerung. Foto: Rocky Gerung/Twitter

Jack Lapian Laporkan Rocky Gerung Terkait Kitab Suci adalah Fiksi

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 20:00:49 WIB

Kriminologi.id - Pengajar Filsafat Rocky Gerung kembali dilaporkan ke pihak kepolisian terkait pernyataannya yang menyebut Kitab Suci adalah Fiksi. Kali ini Cyber Indonesia melaporkan Rocky Gerung ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Senin, 16 April 2018. Rocky Gerung dilaporkan atas tuduhan kasus penistaan dan penodaan agama karena ucapannya di muka umum pada program Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One pada Selasa malam, 10 April 2018.

"Pernyataan itu bagi kami sangat bertentangan dengan Ideologi Negara yaitu Pancasila, khususnya Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa)," ucap Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian di Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Menurut Jack, pernyataan tersebut berpotensi kuat dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama dan keutuhan NKRI.

Pada pokoknya, kata Jack, pernyataan itu bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut oleh masyarakat di Indonesia.

"Jika terus dibiarkan maka ini akan berdampak kepada keyakinan bahwa Kitab Suci adalah Fiksi menjadi pembenaran diri bagi Rocky Gerung," ucapnya.

Lebih lanjut Jack menjelaskan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata Kitab memiliki arti sebuah buku dan kata Suci memiliki arti bersih. Dalam arti keagamaan menurutnya bebas dari dosa, bebas dari noda, bebas dari kesalahan.

"Sedangkan fiksi adalah cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya) rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan. Fiksi juga merupakan pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran," ujarnya.

"Sementara Kitab Suci berisi Wahyu Tuhan yang di bukukan, yang memuat ajaran-ajaran tentang seluruh aspek kehidupan bagi seluruh umat beragama," ujarnya.

Sebelumnya pada 11 April 2018, Rocky Gerung juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Permadi Arya atau yang di dunia maya dikenal sebagai Ustad Abu Janda Al-Boliwudi. AS

Reporter: Muhammad Adam Isnan
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500