Presiden Joko Widodo. Foto: Antara

Jokowi: Indonesia Masuk 10 Negara Teraman di Dunia

Estimasi Baca:
Rabu, 11 Jul 2018 11:43:44 WIB

Kriminologi.id - Indonesia disebut masuk dalam sepuluh negara teraman di dunia. Demikian hasil survei yang dilakukan Gallup Law and Order terhadap negara-negara di dunia.

"Pada HUT Bhayangkara ke 72 ini kita mendapatkan kabar baik bahwa Gallup Law and Order telah menempatkan Indonesia ke dalam daftar 10 negara teraman di dunia," kata Jokowi. 

Hal itu disampaikan Jokowi saat menjadi inspektur upacara Pembinaan Tradisi Polri dalam rangka Peringatan HUT Ke-72 Hari Bhayangkara 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Capaian yang membanggakan tersebut, ia mengatakan, harus dijaga dan dipertahankan. Sebab, menurut dia, hal tersebut merupakan hasil kerja elemen-elemen bangsa dan tentu ada kerja keras, pengabdian dan dedikasi Polri.

"Saya ingatkan agar Polri tidak cepat puas diri karena ke depan tantangan akan semakin kompleks, tuntutan rakyat semakin meningkat, dunia terus berubah bergerak membawa ancaman baru," ujar Jokowi.

Ia menjelaskan, situasi keamanan era digital Polri diharapkan mampu mengantisipasi tindak kejahatan yang makin beragam dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

"Polri harus semakin siap menghadapi kejahatan transnasional seperti kejahatan siber, 'human trafficking', 'drug trafficking' sampai 'arms smuggling', Polri harus terus meningkatkan, mewaspadai ancaman terorisme, negara maju pun mengalami ancaman yang sama," kata Jokowi.

Di dalam negeri, ia menambahkan, tidak akan melupakan para pelaku bom bunuh diri yang pernah menyerang Indonesia.

"Bukan hanya korban masyarakat tapi juga menjadikan aparat polisi menjadi target. Jangan pernah lengah, tetap sigap dan waspada mengerjakan tugas, mengembangkan diri membuat terobosan ancaman yang ada, melakukan pemetaan dini potensi ancaman dan ketertiban di masyarakat dan selanjutnya melakukan pencegahan," ujar Jokowi.

Terkait hal itu, ia meminta Polri senatiasa menjaga kerukunan dan menjaga nilai-nilai kebinekaan, terus mengantisipasi berbagai potensi konflik horizontal yang mengangkat isu primordial seperti perbedaan suku, agama dan ras.

"Polri harus membangkitan persaudaraan, menggalang kerukunan antarelemen masyarakat sehingga tidak terjebak lingkaran permusuhan dan kebencian. Atas nama rakyat, bangsa dan negara saya menyampaikan ucapan selamat hari Bhayangkara ke-72 kepada segenap anggota dan keluarga besar Polri di Indonesia di mana pun saudara bertugas dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote," kata Jokowi.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-72 juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Mufidah Kalla, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian serta para pejabat Polri.

Dalam acara tersebut, Presiden juga menganugerahkan tanda kehormatan bintang Bhayangkara Nararya berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 54 TK tahun 2018 tertanggal 29 Juni 2018 dan Keppres 55 TK tahun 2018 tertanggal 9 Juli 2018 kepada empat orang anggota Polri.

Penghargaan itu pertama diberikan kepada Brigjen (Pol) Teddy Minahasa yang berdinas di Propam Polri. Teddy adalah lulusan terbaik Lemhanas angkatan 2017. Kedua, Kombes Suhendri yang merupakan Kepala Korps Pembinaan Taruna dan Siswa Direktorat Pembinaan dan Pelatihan (Kakorbintarsis) Lemdiklat Polri.

Ketiga kepada Ipda Setiawan Heri Karyadi yang bertugas di Intelijen Keamanan Polres Surabaya dan keempat kepada AKP Adarias Hisaje yang ditempatkan di Bapolresta Kepulauan Yapen Polda Papua.

Hari Bhayangkara ke-72 itu juga dihadiri Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang alias OSO, Jaksa Agung HM Prasetyo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto serta para menteri Kabinet Kerja.

Selanjutnya hadir juga pimpinan KPK Agus Rahardjo, Saut Situmorang, Basaria Panjaitan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, para duta besar negara sahabat dan para pejabat negara lainnya.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500