Kabareskrim Mabes Polri, Irjen Pol Arief Sulistyanto di Istana Kepresidenan. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Kabareskrim: Kasus Munir Dilanjutkan Jika Ada Fakta Baru

Estimasi Baca:
Sabtu, 8 Sep 2018 08:45:23 WIB

Kriminologi.id - Polri menyatakan tidak pernah menutup kasus pembunuhan Munir yang terjadi 14 tahun lalu. Namun penyidikan kasus itu bisa kembali dilanjutkan jika ditemukan fakta-fakta baru.

"Apabila ditemukan fakta baru, maka Polri pasti akan melakukan melanjutkan penyidikan itu," kata Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto di Jakarta, Jumat, 7 September 2018.

Arief menyebut dalam kasus Munir yang terjadi pada 2004 itu Polri sudah melakukan langkah yang cukup signifikan dalam proses penyidikan itu.

Arief yang merupakan salah satu penyidik dalam kasus itu mengatakan, ada empat berkas dengan empat tersangka yang semuanya telah dibawa ke pengadilan. Bahkan telah ada yang menjalani hukuman yaitu Pollycarpus Budihari Priyanto yang pada akhir Agustus lalu mendapat pembebasan murni setelah menjalani vonis selama 14 tahun.

Sebagai penyidik kasus yang menjadi perhatian publik itu, Arief mengaku pembuktian kasus itu amat rumit. Ia menekankan dalam proses penyidikan yang dilakukan Polri tidak ada istilah buka dan tutup, yang ada adalah memulai dan menyelesaikan.

Polri memulai penyidikan saat mengirimkan surat perintah pemberitahuan dimulainya penyidikan pada jaksa penuntut umum, kemudian ketika sudah selesai dan dinyatakan P21 maka perkara dianggap sudah selesai.

Karena itu, menurut Arief, Polri kini sedang mencari fakta baru karena tidak pernah ada penutupan perkara dan masih terus berkembang.

"Memang ini mekanismenya sehingga tidak ada istilah kapan dibuka. Kami tidak pernah menutup. Jadi kasus ini ada kemungkinan masih berjalan kalau ditemukan bukti. Ditemukan fakta hukum baru untuk pengembangan kasusnya," tuturnya.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500