Ilustrasi Meliana Pelaku Penodaan Agama. Ilustrasi: Dwiangga Kriminologi.id

Kasus Meliana, Wali Kota Tanjung Balai: Kami Bukan Intoleran

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 17:25:06 WIB

Kriminologi.id - Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, H Muhammad Syahrial menegaskan warganya bukan intoleran dalam bermasyarakat dan beragama sehingga pihak luar harus menghormati kemajemukan masyarakat yang tetap berdampingan dalam kebinekaan.

Ungkapan itu disampaikan wali kota dalam acara penandatanganan "Deklarasi Damai Antar-Ummat Beragama" yang digelar Polres Tanjungbalai, usai putusan hukum Meliana terkait kasus penistaan agama di daerah setempat, Senin, 3 September 2018.

Pembacaan naskah deklarasi damai tersebut dipimpin Wali Kota Tanjungbalai, dan ditandatangani unsur Forkopimda, yakni tokoh agama Islam, Budha, Hindu, Kristen Prorestan, Katolik dan Kong Hu Cu, Forum Ummat Islam (FUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di daerah setempat.

"Perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan harus kita hilangkan. Mari kita bangun dan kokohkan kemajemukan ini menjadikan Tanjungbalai sebagai rumah besar tanpa kekerasan dan radikalisme. Orang luar harus tahu bahwa kita bukan intoleran," ujar Syahrial.

Dalam kesempatan deklarasi itu, Syahrial mengimbau semua pihak untuk menghidupkan kembali toleransi umat beragama, karena kebinekaan adalah modal membangun bangsa yang bermartabat sehingga semua pihak harus menjaga dan membangun toleransi dalam bermasyarakat.

Syahrial melanjutkan, kerawanaan sosial bernuansa agama harus dicegah dengan melakukan dialog atau musyarawarah, serta dijiwai dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita semua harus bisa mengantisipasi agar peritiwa kerusuhan dua tahun lalu tidak terulang kembali. Ego agama, etnis dan suku harus kita hindari dan jangan mudah terprovokasi yang bisa merugikan diri sendiri mau pun sosial masayarakat," katanya.

Meliana ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya berlanjut ke meja hijau karena mengeluhkan volume suara azan di masjid sekitar rumahnya pada 2016 dan berakibat pada perusakan rumahnya oleh warga.

Hakim akhirnya menjatuhkan vonis 18 bulan kepada Meliana yang sudah sesuai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

"Kembali kami sampaikan bahwa sejak dulu hingga sekarang kehidupan masyarakat Tanjungbalai sangat harmonis dalam kebinekaan. Diharapkan jangan ada lagi orang atau pihak yang coba memecah belah kedamaian kami di daerah ini," imbuh Syahrial.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500