Kebakaran hanguskan sekitar 10 hektar padang rumput sejumlah bukit yang berada di Gili Lawa, Taman Nasional Komod, NTT. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kebakaran Kawasan TNK Gili Lawa Akibat Puntung Rokok

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 13:28:34 WIB

Kriminologi.id - Kebakaran yang terjadi di Gili Lawa, kawasan Taman Nasional (TN) Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dipicu dari api puntung rokok wisatawan. Otoritas Balai TNK menyatakan kebakaran tak mengganggu habitat hidup the komodo dragon (varanus komodoensis).

"Diduga kebakaran kawasan TNK itu karena putung rokok yang dibuang secara sengaja oleh pengunjung yang tak bertanggung jawab," kata Kepala Taman Nasional Komodo Budi Kurniawan, Jumat, 3 Agustus 2018.

Menurut Budi, meski tak menggangu habitan Komodo, namun kebakaran lahan di kawasan wisata tersebut sangat mengganggu wisatawan yang sering berkunjung ke kawasan itu. 

Apalagi kawasan Gili Lawa terkenal dengan kawasan wisata Savananya, serta kawasan wisata lautnya yang sangat indah serta menjadi spot untuk menikmati sunset dan sunrise.

"Kebakaran lahan seluas 10 Hektare itu tidak menggangu habitat hidup dari Komodo, karena memangnya berada di Gili Lawa yang merupakan kawasan wisatanya wisatawan," katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar pengunjung tidak lagi sembarangan membuang puting rokok sembarangan di kawasan savana di kawasan wisata TNK lainnya, sehingga tidak menimbulkan kebakaran. 

Budi menyatakan, kejadian itu diketahui bermula dari adanya laporan seorang pemandu wisata sekitar Pukul 18.15 Wita. Pihaknya langsung merespon dengan mengerahkan petugas dari Res Loh Sebita dan Res Padar untuk melakukan pemadaman.

Selanjutnya, menyusul tim pemadam kebakaran Balai TN Komodo yang terdiri dari 30 orang yang dikerahkan dari Labuan Bajo menuju tempat kejadian sekitar Pukul 22.00 Wita.

"Kami langsung meminta pemandu wisata yang memberikan informasi untuk mendata pengunjung yang terakhir turun dari bukit yang merupakan lokasi terjadinya kebakaran dan menahan mereka," katanya.

Budi menjelaskan, tim pemadaman segera melakukan upaya pemadaman api, sedangkan empat orang melakukan pemeriksaan terharap awak kapal dan pemandu yang diduga sebagai pelaku penyebab terjadinya kebakaran.

Para petugas telah menyita KTP pemandu dan nahkoda serta dokumen-dokumen kapal untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Hasil pemeriksaan sementara diduga penumpang kapal "Indonesia Juara" sebagai pelaku terjadinya kebakaran," katanya.

Ia menambahkan, api baru bisa dinyatakan padam pada Jumat, 3 Agustus 2018, sekitar Pukul 03.15 Wita. AS

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500