Ilustrasi kelompok kriminal bersenjata KKB Papua. Ilustrasi: Kriminologi

KKB Kembali Tembak Dua Anggota Polres Puncak Jaya, Papua

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 19:45:40 WIB

Kriminologi.id - Dua anggota Polres Puncak Jaya dilaporkan menjadi korban penembakan oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB. Dua polisi tersebut ditembak saat sedang menggendarai sepeda motor sore tadi sekitar pukul 17.20 WIT.

"Insiden yang terjadi di Kampung Pagaleme itu terjadi saat keduanya yang menggunakan sepeda motor sedang menuju Mapolres Puncak Jaya di Mulia," kata Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, Kamis, 2 Agustus 2018.

Bripka Abraham Balagaise tertembak di bagian paha kiri dan lengan kiri, dan Briptu Ronaldus Abar tertembak di lengan kiri. Keduanya sudah ditangani tim dokter RSUD Mulia, Puncak Jaya, Papua.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu menuding pelaku penembakan adalah anggota KKB. Setelah kejadian penembakan tersebut, pelaku langsung melarikan diri ke arah gunung.

"Tidak ada senjata yang hilang karena saat itu kedua anggota organik Polres Puja sedang tidak bertugas," ujarnya.

Boy sebelumnya menyebut Puncak Jaya merupakan daerah berbahaya karena rawan penyerangan oleh anggota KKB. 

Beberapa waktu sebelumnya juga terjadi penembakan yang menewaskan Ipda Jesayas Nusi dan Brigadir Sinton Kabarek saat bertugas melakukan pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Seorang Kepala Distrik juga tewas dalam insiden penembakan di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya, pada Rabu, 27 Juni 2018, setelah proses pemungutan suara. 

Insiden penembakan bermula ketika kepala Distrik Torere bersama 9 anggota kepolisian yang dipimpin Ipda Jesayas Nusi membawa kotak berisi surat suara Pilkada dengan menggunakan perahu motor.

Namun di tengah perjalanan, rombongan mereka dihadang dan ditembaki oleh gerombolan orang bersenjata.

Akibat penembakan itu, tiga orang tewas di tempat dan 7 anggota kepolisian lainnya selamat setelah sebelumnya 3 orang diantaranya dilaporkan hilang.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500