Cuplikan video Arab Saudi cegat rudal milisi Yaman. Foto: Twitter/@Abumiftah

Koalisi Arab Saudi Dituding Halangi Pertemuan Houthi dengan PBB

Estimasi Baca:
Minggu, 9 Sep 2018 23:05:49 WIB

Kriminologi.id - Koalisi pimpinan Arab Saudi dituding menghalangi delegasi Houthi berangkat untuk menghadiri pembicaraan perdamaian dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa. Kelompok Houthi menunggu PBB memberikan jaminan keamanan pesawat yang akan menerbangkan mereka dari koalisi Arab Saudi.

Pemimpin Houthi Abdul Malik al-Houthi dalam satu pidato yang disiarkan al-Masirah TV yang dikelola kelompok itu, al-Houthi mengatakan satu-satunya syarat gerakannya adalah tiba "dengan selamat di Jenewa".

"Kami semua tahu bahwa pembicaraan tersebut gagal karena rintangan yang dialami delegasi nasional untuk berangkat dan pergi ke Jenewa oleh pasukan koalisi," kata al-Houthi.

Menurutnya usaha pembicaraan perdamaian buyar pada Sabtu, 8 September 2018, setelah menunggu tiga hari delegasi Houthi.

Sementara dari Jenewa, Reuters melaporkan pada Sabtu ketakmunculan Houthi untuk menghadiri perundingan pertama dalam tiga tahun itu merupakan masalah besar. Namun hal itu bukan berarti proses perdamaian mengalami kebuntuan, kata Utusan PBB Martin Griffiths.

Griffith sebelumnya melakukan pembicaraan selama tiga hari dengan delegasi pemerintah Yaman. Ia mengatakan dirinya dalam beberapa hari mendatang akan bertemu dengan pemimpin Houthi di Sanaa dan Muskat, Oman.

"Mereka ingin datang ke sini, kita tidak membuat keadaan yang cukup tepat agar mereka bisa datang ke sini," kata Griffiths dalam acara jumpa pers. 

Kelompok Houthi, Jumat, mengatakan pihaknya masih menunggu PBB memberikan jaminan bahwa pesawat yang akan menerbangkan mereka ke Jenewa tidak akan diperiksa oleh pasukan koalisi Arab Saudi. Pesawat itu bisa mengangkut beberapa anggotanya yang terluka.

Menyangkut proses perdamaian itu, Griffith mengatakan, memulai kembali proses itu merupakan saat yang rumit dan rawan. Orang-orang berdatangan pada saat semua konstituen mereka kemungkinan belum sepenuhnya terhubung dan tidak melihat ke depan apa saja yang akan dihasilkan dari perundingan.

"Jadi, saya tidak melihatnya sebagai halangan mendasar dalam proses tersebut," tambahnya.

Pembebasan para tahanan, peningkatan akses kemanusiaan --terutama di kota Taiz, serta pembukaan kembali bandara Sanaa sedang dibicarakan dengan pemerintah, kata Griffith.

Kesepakatan telah dicapai untuk memindahkan para warga yang membutuhkan pertolongan medis dari ibu kota Yaman, Sanaa, yang dikuasai Houthi. Pemindahan itu akan dimulai dalam waktu satu pekan dengan menggunakan pesawat ke Kairo, kata Griffiths.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500