Ilustrasi serangan pesawat tempur Arab Saudi, Foto: Antaranews.com

Koalisi Arab Saudi Serang Pasar Ikan di Yaman, 40 Orang Tewas

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 09:01:08 WIB

Kriminologi.id - Koalisi internasional pimpinan Arab Saudi kembali melakukan serangan udara di pelabuhan dan pasar ikan kota Hodeidah, Yaman. Serangan tersebut menewaskan 26 orang dan 50 lainnya luka berat. Sementara kelompok bersenjata Al Houthi mengatakan 40 orang tewas.

Hodeidah adalah pelabuhan utama yang digunakan oleh badan-badan kemanusiaan internasional untuk memasukkan bantuan kepada 8,4 juta warga Yaman.

Juru bicara koalisi Arab Saudi hingga kini belum mengkonfirmasi serangan di pasar ikan itu. Serangan udara tersebut digelar saat PBB tengah mengupayakan gencatan senjata antara kedua belah pihak.

Komite Palang Merah Internasional (IRC) menyatakan, mereka tengah mengirim peralatan medis ke Rumah Sakit Ath Thawra untuk membantu perawatan terhadap 50 orang lain yang mengalami luka berat.

Pihak rumah sakit mengatakan, puluhan orang tewas itu diakibatkan sebuah serangan yang merusak pintu masuk utama rumah sakit tersebut. Sementara itu kantor berita Saba, yang dikuasai oleh kelompok bersenjata Al Houthi, mengatakan 40 orang kehilangan nyawa.

"Pemandangannya sangat menyedihkan. Potongan-potongan tubuh berserakkan di mana-mana di sekitar pintu gerbang rumah sakit," kata seorang saksi mata kepada Reuters, Jumat, 3 Agustus 2018.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan sejumlah negara lain Teluk telah berperang di Yaman selama lebih dari tiga tahun terakhir. Mereka berusaha menghancurkan milisi Al Houthi yang mendapat dukungan Iran.

Al Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman Utara, termasuk ibu kota Sanaa. Mereka juga berhasil menggulingkan pemerintahan sebelumnya pada 2014 lalu.

Pada Selasa, kelompok Al Houthi mengatakan bahwa mereka secara sepihak telah menghentikan operasi militer di sekitar garis pesisir Laut Merah selama dua pekan terakahir untuk mendukung upaya perdamaian tersebut.

Beberapa hari sebelumnya Arab Saudi menghentikan pengiriman ekspor minyak melalui jalur Laut Merah, setelah Al Houthi menyerang tanki minyak mentah Riyad pada 25 Juli lalu.

Koalisi Arab Saudi membela diri dengan mengatakan bahwa kekuasaan atas pelabuhan Hodeidah diperlukan untuk memotong suplai kepada kelompok Al Houthi dan memaksa mereka maju ke meja perundingan. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500