Hak asasi manusia. Foto: Pixabay

Kongres AS Desak Menlu Tuntut Saudi Bebaskan Aktivis HAM

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 15:40:54 WIB

Kriminologi.id - Kongres Amerika Serikat mendesak Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk menuntut Arab Saudi melepaskan para aktivis hak asasi manusia (HAM) yang ditahan. Selain itu, kongres meminta Pompeo dengan tegas mengutuk tindakan Saudi tersebut.

Sebanyak 32 anggota dewan melalui sebuah surat kepada Kementerian Luar Negeri karena respons "lunak" atas kekerasan termasuk pada penahanan aktivis HAM Samar Badawi.

"Kami mendesak Anda untuk menjunjung tinggi nilai-nilai fundamental negara kita dan seperti Kanada, menarik semua alat-alat diplomasi Anda untuk memastikan Nona Badawi dan semua pegiat hak asasi yang ditahan dilepaskan," tulis ke-32 anggota dewan tersebut seperti dilaporkan Anadolu, Selasa, 28 Agustus 2018.

Para anggota dewan itu merujuk kepada pertikaian yang saat ini terjadi antara Kanada dan Saudi setelah Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland meminta Riyadh "melepaskan dengan segera" pada aktivis HAM yang sedang dibui.

Saudi menuduh Freeland turut campur urusan domestiknya. Saudi kemudian melakukan tindakan hukuman kepada negara tersebut, termasuk melarang semua perdagangan.

Selain itu Saudi mengusir duta besar Kanada, menarik pulang duta besar mereka dan memerintahkan 16.000 warga Saudi di sekolah dan universitas untuk keluar dan melanjutkan pendidikan mereka di tempat lain.

Para anggota Kongres, termasuk Keith Ellison yang merupakan Muslim pertama yang menjadi anggota Kongres, mendukung seruan Kanada kepada Arab Saudi untuk melepaskan para aktivis tersebut, dan mereka "sangat cemas" atas dipenjaranya Badawi.

"Kami khawatir dengan pembalasan ekonomi dan diplomatik yang dilakukan oleh Arab Saudi kepada Kanada karena menyuarakan kecemasan mereka, dan mendesak Pemerintah AS untuk membela sekutu NATO kita," tulis mereka.

Sebelumnya, aparat keamanan Saudi dilaporkan menahan sejumlah aktivis hak asasi manusia sejak beberapa bulan lalu. Riyadh mengatakan penahanan itu berdasarkan ketentuan hukum.

Permintaan Kanada untuk membebaskan para tahanan dinilai "mengganggu urusan domestik Kerajaan terhadap norma-norma internasional dan semua protokol internasional."

Samar Badawi merupakan peraih penghargaan Women of Courage internasional pada 2012 dalam sebuah upacara di Washington dari mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton serta Michelle Obama.

Aktivis perempuan itu merupakan seorang pembela hak asasi manusia yang diakui internasional. Selain Samar Badawi, Human Rights Watch (HRW) mencatat aktivis perempuan yang sebelumnya ditangkap adalah Loujain al-Hathloul, Aziza al-Yousef, dan Eman al-Nafjan pada Jumat 18 Mei 2018.

Mereka ditangkap bersama dengan Mohammed al-Rabea, dan Ibrahim al-Modaimeegh, seorang pengacara HAM. Setidaknya empat aktivis hak asasi perempuan lainnya telah ditahan, sehingga jumlah total yang ditangkap berkisar 10 orang.

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500