Ilustrasi KKB. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Kronologi Penyerangan di Papua, 16 Anggota TNI Dikepung 80 Orang KKSB

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 06:05:15 WIB

Kriminologi.id - Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata atau KKSB di Kabupaten Paniai, menyerang Tim Survey Papua Terang yang beranggotakan 17 orang dan dikawal 16 pasukan pengamanan dari TNI.

Akibatnya, lima anggota TNI dilaporkan mengalami luka-luka. Tidak hanya melukai, KKSB juga merebut tiga pucuk senjata api TNI.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pendam XVII Cendrawasih, tim Papua Terang rencananya akan melakukan pengambilan gambar dan data di Kampung Kinou. Untuk sampai ke kampung itu, tim harus melewati tujuh kampung lainnya. 

Dalam perjalanan, tim disambut hangat warga di tujuh kampung. Namun setibanya di Kampung Kinou, tim mendapat penolakan dari sejumlah warga dengan alasan tak memiliki izin. 

Tim akhirnya berbalik arah menuju ke Kampung Muyadebe, Distrik Wegemuka. Namun begitu tiba di Kampung Bokoa, tim dikepung sekitar 80 orang KKSB dengan membawa sekitar 30 pucuk senjata laras panjang campuran, panah, dan parang.

KKSB kemudian mengeluarkan tembakan secara membabi buta dan berusaha merampas senjata milik TNI. Lantaran kalah jumlah, KKSB berhasil merampas tiga pucuk senpi mikik TNI. 

Untungnya, ratusan warga lain yang mendukung dan melindungi tim Papua Terang langsung merespons dan mengusir KKSB dari kampung tersebut. 

Kapendam XVII Cendrawasih, Kolonel Infantri Muhammad Aidi mengatakan, lima anggota TNI yang terluka mengalami luka memar dan sobek akibat terkena benda tajam. Sementara anggota tim Survey Papua Terang tak mengalami luka.

"Kelima korban yakni, Serma Alfius Gobay, Sertu Yauji, Sertu Hardi, Kopda Karyadi, dan Prada Irfannudin. Tim survey lainnya dalam keadaan aman dan saat ini seluruh korban telah dievakuasi ke Paniai. Dua korban di antarannya yakni Karyadi dan Irfani telah dirawat di RSUD setempat," katanya, di Jayapura, Papua, Senin, 6 agustus 2018, seperti dilansir rri.co.id

Aidi menyayangkan terjadinya penyerangan itu. Apalagi, tim Papua Terang hadir di sana untuk mendukung Program Pemerintah agat seluruh warga Papua dapat menikmati penerangan. 

"Sangat disayangkan karena adanya sekelompok orang yang selalu menghambat proses pembangunan di tanah Papua dengan melakukan tindakan kekerasan dan tidak berperikemanusiaan," tutur Aidi.

Diketahui, tim Survey Papua Terang yang dipimpin Koordinator bernama Sugiri ini, terdiri dari tiga tenaga ahli PLN, 11 mahasiswa UI dan Uncen, dan tiga tenaga sukarela.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500