Warga Palestina mengumpulkan ban bekas dai berbagai daerah dan dibawa ke perbatasan Israel. Foto: Anadolu Agency

Liga Arab Cela Keputusan AS yang Setop Bantuan Untuk Palestina

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 06:35:40 WIB

Kriminologi.id - Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul-Gheit mencela keputusan Amerika Serikat yang menghentikan pendanaan buat Badan Pekerjaan dan Bantuan PBB untuk pengungsi Palestina atau UNRWA.

Menurut dia, kebijakan yang dikeluarkan Presiden Donald Trump itu merupakan bentuk kekurangan kesadaran mengenai tanggung-jawab dan nilai kemanusiaan.

"Washington bertanggung-jawab atas bahaya yang diperkirakan akan mempengaruhi sebanyak lima juta pengungsi Palestina, yang tergantung atas layanan yang diberikan oleh UNRWA," kata Aboul-Gheit, Sabtu, 1 September 2018.

"Keputusan tersebut akan menambah parah masalah dan krisis yang telah dialami UNRWA dengan keprihatinan yang mendalam selama satu tahun belakangan," katanya lagi.

Ia menilai, dampak negatif dari keputusan AS tersebut tidak hanya terbatas pada pengungsi semata, melainkan juga pada negara yang menampung pengungsi Palestina. Terutama, Yordania dan Lebanon, yang sudah menampung sangat banyak pengungsi Suriah.

Aboul-Gheit mengatakan keputusan tersebut akan menambah rumit masalah di Timur Tengah dan takkan pernah memberi sumbangan bagi kestabilan wilayah itu.

AS Picu Radikalisme 

Keputusan AS juga disesalkan Yordania. Bagi Yordania, penghentian bantuan dana untuk pengungsi Palestina hanya akan meningkatkan radikalisme dan membahayakan peluang perdamaian Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi memastikan negaranya akan terus menggalang dukungan sumbangan untuk mengurangi bencana besar keuangan, yang dihadapi UNRWA.

Yordania adalah salah satu negara yang menampung lebih dari dua juta dari lebih dari 5 juta pengungsi yang terdaftar UNRWA. 

"Gangguan layanan UNRWA akan sangat membahayakan kemanusiaan, politik dan keamanan bagi pengungsi dan untuk seluruh kawasan itu," kata Safadi, kepada Reuters, Sabtu, 1 September 2018.

"Itu hanya akan menggalang lingkungan keputusasaan, yang pada akhirnya menciptakan lahan subur untuk ketegangan lebih lanjut. Secara politis, itu juga akan semakin melukai upaya perdamaian," katanya lagi.

"Kami akan melakukan semua kemungkinan untuk memastikan UNRWA mendapatkan dana untuk terus memberikan jasanya kepada pengungsi Palestina," demikian Safadi.

Badan PBB itu menyediakan perawatan kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja.

"Amerika Serikat akan menghentikan semua pendanaan buat badan pengungsi Palestina di PBB," demikian pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS, Jumat, 31 Agustus 2018.

Bagi Deplu AS, UNRWA yang menyediakan layanan kemanusiaan untuk lebih dari lima juta pengungsi Palestina di wilayah itu, sebagai sebuah kecacatan yang tidak dapat ditebus.

UNRWA, yang dirintis resolusi PBB 70 tahun lalu, menyediakan layanan buat pengungsi Palestina yang terdaftar di lima wilayahnya, yaitu Yordania, Suriah, Lebanon, Tepi Barat Sungai Yordan dan Jalur Gaza. Beberapa layanan yang diberikan adalah pendidikan, perawatan kesehatan, bantuan, layanan sosial, peningkatan kamp prasarana serta kredit mikro.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500