Ilustrasi konflik di Israel. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Mogok Makan 20 Hari, Israel Bebaskan Tahanan Bersama Ayahnya

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 11:53:44 WIB

Kriminologi.id - Otoritas Israel membebaskan seorang tahanan Palestina bersama ayahnya setelah melakukan aksi mogok makan selama 20 hari. Dia dibebaskan karena kesehatannya memburuk.

Mohammed al-Rimawi (27) dan ayahnya, Nimer Mohammed (54) telah dibebaskan dari pusat interogasi Ashkelon.

Nimer Mohammed ditahan guna membujuk putranya untuk mengakhiri mogok makan dan juga dipaksa untuk mengakui kejahatan yang tidak dilakukannya. 

Pembebasan tersebut dirilis oleh Khader Diabis, bersama Prisoner Support and Human Rights Association, dalam sebuah pernyataan tertulis seperti dilansir dari Anadolu, Rabu, 8 Agustus 2018.

Rimawi ditahan lebih dulu di bawah interogasi di pusat interogasi Ashkelon. Penahanannya diperpanjang selama delapan hari untuk melanjutkan interogasi.

Di penjara tersebut aksi mogok makan Rimawi dilakukan Hassan Shokeh, dari Bethlehem, yang melakukan mogok makan selama hampir dua bulan. Kondisi kesehatannya terus memburuk saat ia ditahan di ruang isolasi di klinik penjara. Dia telah dipindahkan ke beberapa kali ke rumah sakit Israel karena krisis kesehatannya yang parah.

Sebelumnya puluhan wartawan Palestina juga berunjuk rasa di gerbang Penjara Ofer Israel, yang berada di dekat Kota Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan. Mereka menuntut pembebasan 21 wartawan yang dipenjarakan oleh Israel.

Mereka menyerukan pembebasan segera rekan mereka yang dipenjarakan. Omar Nazzal mengatakan tindakan Israel terhadap media telah meningkat pekan lalu. 

Enam wartawan ditangkap sebagai bagian dari kebijakan menghentikan rakyat Palestina melaporkan kebenaran mengenai pembunuhan, permukiman dan Judaisasi. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500