Gudang logistik bantuan korban gempa Lombok (09/08/2018). Foto: Twitter BNPB

Pemerintah Didesak Tetapkan Gempa Lombok Bencana Nasional

Estimasi Baca:
Minggu, 12 Ags 2018 12:20:19 WIB

Kriminologi.id - Pemerintah belum menetapkan Bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai menjadi bencana nasional. Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta pemerintah meningkatkan status tersebut terkait ratusan korban dan banyak infrastruktur dan sarana publik rusak.

Taufik mengatakan, penetapan status tersebut untuk sehingga bantuan dapat diupayakan secara maksimal.

"Kita melihat pemerintah belum menjadikan gempa Lombok sebagai bencana nasional. Padahal dengan jumlah korban yang mencapai ratusan, dan banyaknya infrastruktur yang rusak, sudah selayaknya musibah ini statusnya menjadi nasional," kata Taufik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Menurut dia, gempa di NTB memakan korban jiwa sebanyak 381 orang, sementara penanganan yang dilakukan harus cepat dan maksimal.

"Saya menilai jika penanganan tidak dilakukan secara maksimal, selain berdampak kepada masyarakat NTB, namun juga dunia pariwisata," ujarnya.

Taufik juga mendorong pemerintah, pemulihan dengan segera untuk Lombok, sehingga secepatnya masyarakat dapat bangkit kembali.

Menurut Taufik, beberapa kawasan di NTB sedang diperkenalkan sebagai destinasi pariwisata halal, misalnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika bahkan Gili Trawangan pun sudah dikenal luas.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat saat ini mencapai 387 orang. Diperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih ada korban yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh.

Korban meninggal dunia tersebar di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 334 orang, 30 orang  di Kabupaten Lombok Barat, 10 orang di Kabupaten Lombok Timur, 9 orang di Kota Mataram, 2 orang di Kabupaten Lombok Tengah dan 2 orang Kota Denpasar.

Sementara itu, korban luka-luka tercatat 13.688 orang. Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik.

Ratusan ribu jiwa pengungsi tersebut tersebar di Lombok Utara 198.846 orang, Kota Mataram 20.343 orang, Lombok Barat 91.372 orang dan Lombok Timur 76.506 orang. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500