Puluhan kapal ikan terbakar di Pelabuhan Benoa, Foto: RRI.co.id

Polisi Belum Temukan Penyebab 45 Kapal Ikan Terbakar di Benoa

Estimasi Baca:
Sabtu, 11 Ags 2018 08:05:36 WIB

Kriminologi.id - Ratusan orang dipastikan kehilangan lapangan pekerjaan usai kebakaran hebat yang melalap 45 kapal ikan di Pelabuhan Benoa, Bali pada Senin, 9 Juli 2018. Kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian itu pun ditaksir mencapai Rp 125 miliar.

Sebulan setelah kebakaran, belum ada titik terang terkait pengungkapan musibah tersebut. Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Polisi Hadi Purnomo mengaku jajarannya masih terus melakukan penyelidikan.

"Untuk Pelabuhan Benoa nanti masih dalam penyelidikan," ujar Hadi di Denpasar, Jumat, 10 Agustus 2018.

Hadi Purnomo menyatakan, sejauh ini belum dapat menyimpulkan penyebab utama kebakaran puluhan kapal ikan tersebut. Hasil laboratorium forensik pun hingga saat ini disebut belum keluar.

"Labfornya belum turun, lama memang dari labfor. Kita tidak bisa menentukan kalau bukan dari saksi ahlinya, kita harus menunggu dari saksi ahli yaitu labfor," katanya.

Dia menyampaikan, pengembangan kasus akan dilakukan setelah terbitnya hasil dari laboratorium forensik. Selain hasil laboratorium forensik, sejauh ini kepolisian telah menggali keterangan dari 18 saksi. Para saksi merupakan Anak Buah Kapal (ABK) termasuk kapten kapal KM Cilacap Jaya Karya. 

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Dwi Yanto saat kejadian mengatakan, sebagian besar dari kapal ikan yang terbakar di Pelabuhan Benoa merupakan kapal pasif. Kapal tersebut menurut dia sudah tahunan tidak berlayar dan terparkir di pelabuhan.

Dalam peristiwa ini, sebanyak 13 orang teridiri atas kapten dan anak buah kapal atau ABK telah menjalani pemeriksaan polisi terkait terbakarnya 45 kapal tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, pemerikssaan terhadap 13 orang untuk mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran. Kata dia, tidak tertutup kemungkinan pemeriksaan akan meluas kepada saksi-saksi lainnya termasuk pengelola kapal dan pelabuhan.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500