Seorang PNS di Kupang, NTT diciduk atas kepemilikan senpi ilegal, Foto: RRI.co.id

Polisi Ciduk PNS di Kupang, Berburu Rusa Pakai Senpi Laras Panjang

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 18:30:38 WIB

Kriminologi.id - Seorang Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemprov Nusa Tenggara Timur berinisial JB diciduk polisi. JB ditangkap atas tuduhan kepemilikan senjata api ilegal jenis senjata api laras panjang type VZ 58 serta lima butir amunisi kaliber 7,62 mm.

Selain JB, polisi juga menangkap tersangka lainnya yakni H yang memiliki lima buah senjata api laras panjang dan ratusan butir peluru tajam berbagai jenis dari kaliber 3 mm sampai 303 mm.

Menurut  Dirkrimum Polda NTT Kombes (Pol) Yudi Sinlaeloe, keduanya diamankan karena memiliki senjata api dan ratusan butir peluru ilegal tanpa izin. Keduanya beralasan memiliki senpi untuk berburu rusa. Namun karena tidak memiliki surat izin kepemilikan senjata api, keduanya pun ditahan.

"Kami masih mendalami dari mana ke dua tersangka mendapatkan senjata api tersebut apakah milik TNI atau milik Polri masih dilakukan penyelidikan," ujar Kombes (Pol) Yudi Sinlaeloe, seperti dilansir RRI.co.id.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara 20 tahun.

Kasus yang sama sebelumnya dilakukan JAB, seorang PNS di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) NTT. Ia diduga memiliki senjata api laras panjang dengan jenis AK 47 beserta sejumlah pelurunya.

Awalnya, JAB membawa senjata api laras panjang sambil mengendarai sepeda motor pada Rabu, 2 Agustus 2018. Aksi pelaku rupanya dilihat seorang intel yang diteruskan kepada Polda NTT.

Setelah mendapat informasi lebih jelas, polisi kemudian mengejar pelaku pada pukul 03.00 WITA. Saat melintas di jalan El Tari Kota Kupang, pelaku kemudian ditabrak anggota polisi yang mengejarnya. Walaupun sudah jatuh, pelaku berusaha melarikan diri namun berhasil ditangkap. 

Saat ini pelaku bersama seorang pengantarnya berinisial MR (38) ditahan di Mapolda NTT, untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui pelaku masih memiliki sepucuk senjata api jenis CIS Ori Kaliber 5,5 dan satu pucuk senjata api laras pendek jenis revolver.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500