Kondisi bukit di Gili Lawa yang hangus pasca terbakar. Foto: @ kementerianlhk/Instagram

Polisi Periksa Pemandu Wisata Taman Nasional Komodo Gili Lawa

Estimasi Baca:
Sabtu, 4 Ags 2018 11:41:34 WIB

Kriminologi.id - Polisi memeriksa pemandu wisata atau guide, kru kapal dan wisatawan soal peristiwa kebakaran hutan di pulau Gili Lawa, kawasan Taman Nasional Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur.  

Sebanyak 11 orang yang diperiksa Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur untuk mengetahui penyebab kebakaran hutan tersebut.

"Kami sudah memeriksa 11 orang sebagai saksi terkait kebakaran hutan di Pulau Gili Lawa beberapa waktu lalu," kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono di Kupang, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Kusumowardono mengatakan, belum diketahui penyebab kebakaran karena masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo untuk menutup sementara aktivitas wisata di Pulau Gili Lawa guna kepentingan penyelidikan.

"Dugaan sementara keterlibatan orang yang menyebabkan terjadi kebakaran hutan ini masih kami dalami," katanya lagi.

Kebakaran hutan yang didominasi padang savana terjadi di bukit Pulau Gili Lawa, Kawasan Taman Nasional Komodo pada Rabu, 1 Agustus 2018 sekitar Pukul 18.15 WITA.

Kondisi angin kencang, topografi yang curam, serta vegetasi savana yang kering, menyebabkan api mudah menjalar di lahan seluas 10 hektare dan baru bisa dipadamkan para petugas pada pukul 03.10 WITA dini hari.

Pihak Balai Taman Nasional Komodo akhirnya menutup sementara aktivitas wisata di Pulau Gili Lawa untuk batas waktu yang belum ditentukan.

"Kami masih meninjau kondisi lapangan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan terhadap ekosistem di lokasi kebakaran," kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo Budi Kurniawan.

Sebelumnya, Budi menyatakan kebakaran tak mengganggu habitat hidup the komodo dragon (varanus komodoensis).

"Diduga kebakaran kawasan TNK itu karena putung rokok yang dibuang secara sengaja oleh pengunjung yang tak bertanggung jawab," katanya pada Jumat, 3 Agustus 2018.

Menurut Budi, meski tak menggangu habitat Komodo, namun kebakaran lahan di kawasan wisata tersebut sangat mencederai kenyamanan wisatawan yang sering berkunjung ke kawasan itu. 

Apalagi kawasan Gili Lawa terkenal dengan kawasan wisata Savana dan laut yang sangat indah serta menjadi spot favorit para pelancong untuk menikmati matahari terbit dan terbenam.

"Kebakaran lahan seluas 10 Hektare itu tidak menggangu habitat hidup dari Komodo, karena memangnya berada di Gili Lawa yang merupakan kawasan wisatanya wisatawan," katanya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500