Presiden Jokowi saat memberikan keterangan dihadapan wartawan. Foto: presidenri.go.id

Presiden Jokowi: Kedatangan Yahya Cholil ke Israel Urusan Pribadi

Estimasi Baca:
Kamis, 14 Jun 2018 07:05:47 WIB

Kriminologi.id - Presiden Joko Widodo menegaskan kunjungan Yahya Cholil Staquf yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres, ke Israel, merupakan urusan pribadi.  Menurut Jokowi kebijakan Indonesia terhadap Palestina tidak berubah.

“Indonesia secara konsisten akan tetap bersama dengan Palestina,” kata Presiden Jokowi dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 13 Juni 2018 seperti dilansir dari RRI.

Menurut Jokowi, dirinya telah memberikan arahan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk memprioritaskan isu Palestina selama Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

“Indonesia harus selalu bersama Palestina. Terpilihnya Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan PBB juga harus memberikan manfaat bagi rakyat Palestina,” ujar Presiden Jokowi.

Semantara itu terkiat Yahya Cholil Staquf yang berkunjung ke Israel untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara, Jokowi menegaskan, hal tersebut merupakan urusan pribadi.

Persiden menegaskan, kedatangan Yahya Cholil Staquf, tidak mengubah sikap Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

“Itu adalah urusan pribadi. Beliau kan sudah menyampaikan itu urusan pribadi karena beliau diundang sebagai pembicara di Israel,” ucap Presiden Jokowi.

Sementara itu pada kunjungan Yahya Cholil pada 10 Juni 2018, mengatakan Amerika Serikat yang seharusnya menjadi motor penggerak perdamaian telah memihak pada Israel dengan memindahkan kedutaannya ke Jerusalem. Dalam pembicaraan itu, Israel masih terus melanjutkan pencaplokan atas wilayah Palestina.

Selain itu, Komunitas Palestina di Indonesia (PCI) menyesalkan kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel atas undangan Dewan Hubungan Luar Negeri Israel (ICFR).

Ketua PCI Murad Halayqa menyampaikan dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu, 13 Juni 2018, bahwa kunjungan itu menjadi kekecewaan besar bagi rakyat Palestina.

Menurut dia, karena Yahya merupakan tokoh agama dan pejabat Indonesia, negara yang selama dihormati komunitas Palestina karena senantiasa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Komunitas Palestina di Indonesia mengutuk dan menyesalkan kunjungan ini, walaupun Bapak Staquf menyatakan kepergiannya secara pribadi, tetapi beliau adalah sosok agama dan pejabat Indonesia dan langkah ini diambil pada waktu yang tidak sesuai," kata dia.

Yahya Cholil Staquf yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut mengunjungi Israel atas undangan Dewan Hubungan Luar Negeri Israel atau "The Israel Council on Foreign Relations" (ICFR) untuk menjadi salah satu pembicara dalam pertemuan Komite Yahudi Amerika atau American Jewish Committee (AJC) di Jerusalem.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500