Presiden Jokowi saat memberikan keterangan, Foto: Setkab.go.id

Presiden Jokowi Minta Pencarian Korban Gempa Lombok Jadi Prioritas

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 17:15:17 WIB

Kriminologi.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta pencarian korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang masih belum ditemukan menjadi prioritas utama saat ini. Berdasarkan data terakhir BNPB, sebanyak 259 orang meninggal dunia dan 1.033 luka berat. Diperkirakan korban terus bertambah dan jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

"Saya minta evakuasi yang belum ditemukan harus menjadi prioritas," katanya saat menggelar rapat terbatas terkait bencana alam NTB di Kantor Presiden Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018 sekitar pukul 14.00 WIB.

Sejumlah pejabat turut serta dalam ratas tersebut, yakni Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Mensos Idrus Marham, Menko PMK Puan Maharani, Menkeu Sri Mulyani, Menlu Retno LP Marsudi, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Menpar Arief Yahya.

Ia menyebut mendapat laporan terbaru dari lapangan terkait pencarian korban yang terus dilakukan secara intensif. Bahkan sudah banyak menggunakan alat-alat berat.

"Dan untuk penanganan pengungsi dan korban gempa, saya minta untuk dipastikan ketersediaan logistik, tenda, selimut, makanan terutama makanan untuk bayi, obat-obatan, pasokan air, serta yang berkaitan dengan listrik," katanya.

Jokowi mengaku selalu mendapatkan laporan perkembangan dari lapangan mengenai jumlah korban baik korban yang meninggal maupun korban luka-luka serta jumlah kerusakan mulai dari rumah, sekolah, dan fasilitas umum.

"Dan selang beberapa lama setelah gempa yang pertama terjadi saya juga telah perintahkan langsung kepada Kepala BNPB pada Basarnas dan Panglima TNI serta Polri untuk segera langsung bergerak dan fokus kepada upaya-upaya evakuasi termasuk di dalamnya evakuasi wisatawan yang ada di pulau di sekitar Lombok, memberikan perawatan kepada para korban, dan penanganan pengungsi," ujarnya.

Gempa berkekuatan 7,0 SR di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Selain itu gempa susulan terus berlangsung. Hingga Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 22.00 WIB terjadi 47 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil.

BMKG menyatakan, gempa 7,0 SR tadi adalah gempa utama atau main shock dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500