Menkopolhukam Wiranto, Foto: Setkab.go.id

Redam Separatis Papua, Indonesia Galang Diplomasi Pasifik Selatan

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 19:35:24 WIB

Kriminologi.id - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan pemerintah Indonesia terus melakukan diplomasi dengan negara-negara di Pasifik Selatan. Langkah itu dilakukan untuk meredam aksi separatisme di Papua. 

"Mereka merasa gerah sekali soal kegiatan soft diplomacy. Yang kita lakukan ofensif, langkah yang nyata. Kita mengundang teman-teman dari Pasifik Selatan ke Indonesia. Kemarin dari Micronesia, sebelumnya dari Nauru," ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2018.

Wiranto juga mengatakan agar isu separatisme di Papua tak perlu dibuat gaduh. Ia mencontohkan rencana deklarasi Negara Republik Papua Barat di Papua pada Selasa, 31 Juli 2018 lalu yang berhasil dicegah Polri bahkan sebelum acar tersebut dimulai.

"Bisa membuat surat merdeka, membuat surat pisah, sejak dulu juga ada seperti itu, tidak usah kita gaduhkan," tegas Wiranto.

Wiranto menjamin setiap aksi separatisme di Papua akan dilawan. Salah satu yang membuat pemerintah yakin bisa meredam separatisme di Papua, kata Wiranto, adalah upaya diplomasi yang dilakukan terhadap negara-negara di Pasifik selatan ini.

Menurut Wiranto,  negara-negara Pasifik Selatan yang selama ini seringkali mengangkat isu Papua merdeka kini malah terkejut setelah meninjau langsung ke wilayah Timur Indonesia itu.

Negara-negara tersebut, kata dia, terkejut lantaran pembangunan infrastuktur di sana sudah dilakukan dengan baik dan tidak sesuai dengan isu ketidakadilan Indonesia terhadap Papua yang selama ini berkembang di dunia internasional.

"Kita memberikan kesempatan untuk melihat fakta. Dan ternyata teman-teman kita dari Pasifik Selatan, dari negara lain termasuk dari Australia, melihat sendiri dan bertemu sendiri," jelas pendiri Partai Hanura yang juga mantan Panglima TNI ini.

Sebelumnya diberitakan, Polda Papua membubarkan acara deklarasi kelompok separatis yang menamakan diri Republik Federal Papua Barat (NRFPB) di Jayapura, Papua.

Acara itu semula akan digelar di kampus Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua pada Selasa, 31 Juli 2018. Namun berhasil dibatalkan sebelum acara dimulai pada pukul 11.00 WIT.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisti menuturkan, pembubaran acara deklarasi kelompok separatis itu berlangsung dengan lancar. Tak ada perlawanan dari panitia maupun peserta acara deklarasi tersebut.

"Tidak ada yang diamankan. Mereka belum berkegiatan, kami sudah dapat infonya terlebih dulu," kata Setyo.

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500