Ribuan demonstran di Lapangan Rabin menentang undang-undang “Negara Bangsa Yahudi” di Tel Aviv, Israel (11/8/2-18). Foto: Anadolu Agency

Ribuan Warga Arab-Israel Protes UU Negara Bangsa Yahudi

Estimasi Baca:
Minggu, 12 Ags 2018 11:05:36 WIB

Kriminologi.id - Pengesahan Undang-undang negara bangsa Yahudi oleh parlemen Israel atau Knesset, mendapat tanggapan dari warga Arab-Israel. Ribuan warga berdemo memprotes UU kontroversial di Rabin Square, Tel Aviv, Ibu Kota Israel.

Ribuan warga membawa spanduk bertulisan "Ya untuk persamaan" dan "Tidak untuk hukum Nasional". Selain itu para demonstran juga membawa bendera Palestina.

Demonstrasi itu juga dihadiri beberapa tokoh penting Palestina, termasuk mantan anggota parlemen Mohammad Barakeh, ketua Komite Penerus Tinggi untuk Warga Arab, anggora parlemen Jamal Zahalka, Masoud Ghanaim, dan Ketua Dewan Nasional Pemimpin Komunitas Arab Eva Illouz.

Komite Penerus Tinggi untuk Warga Arab perwakilan warga Palestina di Israel, menyatakan demonstrasi ini sebagai respons dari disetujuinya undang-undang tersebut oleh Knesset.

"Tujuan demo hari ini adalah memberikan pesan kuat supaya hukum nasional itu dihapuskan," ujar anggota parlemen Jamal Zahalka, Masoud Ghanaim, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 12 Agustus 2018.

Sementara itu mantan anggota parlemen Mohammad Barakeh, memuji demonstrasi tersebut yang disebutnya sebagai upaya untuk menghapuskan undang-undang ini, dan menghilangkan noda yang diciptakan oleh pemerintahan [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu.

Diberitakan sebelumnya, Knesset pada Kamis, 20 Juli 2018, yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah sayap-kanan mengesahkan UU negada bangsa Yahudi. Dalam pengesahan itu, 62 suara mendukung sementara 55 suara menentang setelah pembahasan yang berlangsung hingga dini hari.

Pengesahan RUU tersebut juga dianggap memberikan kekuatan hukum bagi kebijakan-kebijakan diskriminatif Israel yang sebelumnya hanya bersifat de facto.

Sejumlah pernyataan kontroversial muncul dalam UU tersebut antara lain, “hanya orang Yahudi yang berhak menentukan nasibnya sendiri di Israel. Israel adalah negara Yahudi. Israel adalah tanah bersejarah milik seluruh orang Yahudi di dunia.

Selain itu disebutkan pula, ketika terjadi kekosongan hukum maka Hukum Syariat Yahudi akan ditetapkan. Seluruh orang Yahudi di dunia punya hak untuk kembali ke Israel. Hari keagamaan Yahudi akan ditetapkan sebagai hari libur nasional dan ibu kota Israel adalah Yerusalem. Parlemen juga mencabut status Bahasa Arab sebagai bahasa resmi selain Bahasa Yahudi. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500