Presiden AS Donald Trump. Pixabay.com

Sebuah Buku Ungkap Rencana Trump Bunuh Presiden Bashar al Assad

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 23:00:56 WIB

Kriminologi.id - Sebuah buku berjudul Fear: Trump in the White House, menceritakan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump membunuh Presiden Suriah Bashar al Assad.

Buku itu ditulis oleh Bob Woodward, wartawan legendaris yang mengungkap skandal Watergate Presiden Richard Nixon.

Dikutip Reuters, Rabu, 5 September 2018, Woodward menulis dalam buku itu bahwa Trump pernah memerintahkan Menteri Pertahanan James Mattis untuk membunuh Assad.

Mattis pun memberi jawaban akan melakukan permintaan Trump. Namun, alih-alih memenuhi permintaan Trump, Mattis justru melakukan hal lain dengan menggelar serangan udara yang tidak mengancam nyawa Assad.

Tuduhan serius itu telah memicu perbincangan serius publik AS. Trump pun langsung memberikan bantahan.

Ia menyebut, tudingan yang bersumber dari buku yang ditulis Woodward itu sebagai "sebuah tipuan terhadap publik."

Sementara Mattis yang juga memberikan bantahan menyebut buku Woodward sebagai "sebuah fiksi yang hanya bisa terjadi di Washington."

Di sisi lain, Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz mengaku negaranya tidak mengetahui soal perintah Trump menghabisi nyawa Assad seperti yang tertulis dalam buku tersebut.

Apalagi, kata Katz, Trump secara terang-terangan telah membantah tuduhan itu, dan diikuti pula oleh Mattis yang juga melakukan hal yang sama.

Katz juga mengatakan, bahwa tidak ada kaitan antara isu tersebut dengan hubungan antara AS dan Israel. Ia mengatakan, kondisi di Suriah memang menjadi bahan diskusi negaranya, namun tidak sampai pada niat penggulingan Assad.

"Israel tidak punya niat untuk menggulingkan Bashar," kata dia.

Namun demikian, Katz mengakui bahwa Israel tidak punya alternatif yang lebih baik dibanding Assad yang dinilainya telah melakukan tindakan yang mengerikan di negerinya.

"Tetapi kelompok oposisi, ISIS dan yang lainnya, juga tidak lebih baik. Kami sangat berhati-hati dalam hal ini demi kepentingan nasional kami sendiri," kata Katz.

Katz mengakui, Israel sudah sering menggelar serangan udara di negara tetangganya itu. Serangan-serangan itu dilancarkan dengan target fasilitas militer Iran dan Hizbullah, dua sekutu Assad yang aktif dalam perang saudara di Suriah.

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500